Ganjar Pranowo beri waktu tujuh hari kepala daerah selesaikan data kemiskinan

oleh

Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi waktu selama tujuh hari kepada kepala daerah se-Jateng untuk segera memasukkan data kemiskinan di daerahnya masing-masing guna sinkronisasi.

“Sinkronisasi data penting agar penanganan kemiskinan di Jawa Tengah bisa cepat dan tepat sasaran,” katanya usai memimpin Rapat Evaluasi Penanganan Kemiskinan Jawa Tengah di Semarang, Senin.

Ia menyatakan setelah melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah, dirinya menemukan sejumlah kabupaten/kota yang belum menginput data kemiskinan.

INFO lain :  Ada 1.266 Aduan Soal Jalan Rusak

“Maka hari ini kami kejar agar data mereka bisa masuk. Tadi ada yang menawar, saya minta waktu dua minggu. Gak, saya hanya kasih satu minggu saja, kalau gak gitu nanti gak cepat,” ujarnya.

Menurut dia, penanganan sektor dan subsektor,m harus segera dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota misalnya penanganan pada faktor kemiskinan nonmakanan contohnya jamban, listrik, rumah tidak layak huni hingga sekolah.

INFO lain :  Diminta Pindah, Wali Kota Mumet : Tempatnya Mana?

“Maka ini kami minta seluruh data yang ada di sana. Kedua, juga diinternalisasikan dengan stunting,” katanya.

Dari evaluasi tersebut, kata dia, diketahui masih ada daerah yang belum memasukkan data dengan berbagai alasan diantaranya, karena kepala desa yang masuk kategori miskin, tidak merasa desanya miskin.

INFO lain :  Tiru Luar Negeri, Pemprov Jateng Dorong Ekspor Kopi

“Nah ini, mindset ya. Bilang gak usah takut gak apa-apa, demi rakyat ini, demi menolong rakyat, jadi jangan gengsi, jangan ada takut untuk kami bantu,” ujarnya.

Terkait dengan hal ini, i meminta kepala daerah memaksimalkan peran camat sebagai supervisor ke desa-desa.

Pada evaluasi yang akan dilaksanakan pekan depan diharapkan sudah mulai terlihat hasil intervensinya, demikian Ganjar Pranowo.

Sumber Antara