Pameran IKM Kota Tegal Capai Transaksi Rp 95 Juta

oleh

Tegal – Pameran Industri Kecil Menengah (IKM) 2018 yang digagas Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal, Jawa Tengah tercatat sebanyak Rp 95 juta transaksi. Pamera IKM dilaksanakan di lantai dasar Pasific Mall, dari 11 Mei dan berakhir Minggu 13 Mei 2018 semalam.

“Selama tiga hari pameran digelar dari 62 stand peserta, total transaksi mencapai Rp 95 juta lebih. Hasil transaksi terbanyak dari stand Fito Musik mencapai Rp 20 juta yang didominasi hasil dari transaki penjulan gitar akustik,” tutur Kepala Disnakerin Kota Tegal, Heru Setiawan.

Heru menambahkan, transaksi terbanyak kedua berasal dari stand Fahaltex yang memproduksi sarung tenun Goyor dengan nilai transaksi Rp 6 juta. Disusul stand batik Tegalan, Koperasi Batik Cempaka Mulya Tegal Selatan dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,5 juta lebih dari hasil penjualan 15 potong kain batik Tegalan.

INFO lain :  Kantongi Alprazolam, Cekot Ditangkap Petugas Polsek Pekalongan Timur
INFO lain :  Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng Tangkap Kurir Sabu 120 Gram di Semarang

Untuk penilaian stand terbaik, juara pertama diraih oleh stand Rutela, kedua Wedang Rempah dan IKM Al Barokah. Penampil stand terbaik ke tiga Koperasi Batik Cempaka Mulya. Ke empat Nyonya Seterong dan Minuman Herbal. Ke lima Zaki Collection dan penampil teebaik enam stand Khalisha Collection.

Bagi penampil terbaik 1-3 mendapatkan trofi, sertifikat penghargaan dan uang pembinaan. Sedangkan penampilan terbaik 4-6 mendapatkan sertifikat penghargaan dan uang pembinaan.

INFO lain :  Berawal dari Gopi, Sireng Ikut Terciduk Polisi

Pameran ditutup dengan pembagian door prize dan hiburan musik serta dancer.

Semua biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya kegiatan tersebut dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2018.

“Kegiatan tersebut akan berlanjut, bersama Asosiasi Perajin Industri Kecil siap mengembangkan ekonomi Tegal (Apik Banget) dengan menggelar produk rutin melalui pasar Apik Banget di Hangtuah Fair,” pungkas Heru Setiawan. (nin/edi)