INFOPLus – Kecukupan air dalam tubuh sudah tidak perlu diperdebatkan lagi, seperti halnya kebuthan untuk mandi, mencuci. Minum air putih berperan kunci dalam menjaga suhu tubuh normal, seperti sebagai pengangkut nutrisi ke seluruh tubuh, melumasi sendi, membersihkan tubuh dari racun, dan banyak lagi.
Dilansir laman pendidikan dari Universitas Washington, hewholeu.uw.edu, air ternyata memiliki banyak sekali mitos dalam penggunaannya. Untuk itu, mereka telah memverifikasi mitos dan fakta tentang efek minum air sebagai berikut.
Minum air akan berefek pada intensitas buang air (Fakta)
Faktanya , orang dewasa dalam kondisi normal akan membuang jumlah cairan yang sama dengan yang dikonsumsi untuk menjaga keseimbangan yang sehat dalam tubuh. Saat minum air, maka sistem yang melibatkan ginjal, berbagai hormon, dan otak merasakan peningkatan cairan dalam tubuh. Kemudian, sistem tubuh ini akan bekerja sama untuk mengembalikan keseimbangan yang sehat dengan membuang kelebihan cairan dengan mengeluarkan lebih banyak urin saat buang air kecil. Minum air juga membantu meringankan sembelit dan memperlancar buang air besar.
Minum air sebelum mandi membantu menurunkan tekanan darah (Mitos)
Pernyataan ini sangat tidak benar karena tekanan darah berada di bawah kendali hormon. Jadi, jika mengalami dehidrasi parah dan tekanan darah turun di bawah tingkat normal, sistem hormon itu akan menyebabkan rasa haus. Pada kasus dehidrasi, minum air putih justru akan membantu meningkatkan tekanan darah ke tingkat normal.
Setiap orang harus minum delapan gelas sehari (Mitos)
Institut Kedokteran AS merekomendasikan pria minum 13 gelas sehari dan wanita sembilan gelas agar tetap terhidrasi dengan baik. Pernyataan jumlah yang direkomendasikan ini tidak salah tapi juga tidak dapat dibenarkan. Faktanya, berapa banyak cairan yang dibutuhkan tubuh tergantung pada banyak faktor. Misalnya, kebutuhan air meningkat saat cuaca panas, penyakit, dan olahraga berat.
Wanita yang sedang hamil atau menyusui juga dianjurkan minum lebih banyak. Perlu diingat cairan tidak hanya berasal dari air putih, tetapi juga sup dan minuman lain seperti susu, teh, atau kopi. Makanan seperti semangka, mentimun, dan tomat juga mengandung cairan. Jadi, konsumsi air ini tidak dapat dipatok oleh berapa gelas air yang diminum.
Terhidrasi dengan baik akan melindungi wajah dari kerutan (sebagian besar mitos)
Kulit terdiri dari sekitar 30 persen air dan dehidrasi menyebabkan kulit menjadi kering dan bersisik. Kerutan lebih mudah terbentuk pada kulit kering karena kurang elastis dibandingkan yang terhidrasi dengan baik. Bagi yang secara teratur mengalami dehidrasi, minum lebih banyak air dapat meningkatkan hidrasi kulit dan memperlambat pembentukan kerutan dini. Namun, bagi yang terhidrasi dengan baik tidak cukup untuk mencegah kerutan sepenuhnya karena kerutan terbentuk dari hasil kombinasi pengaruh genetik, paparan sinar matahari, dan kerusakan dari lingkungan seperti polutan.
















