TEGAL – Pagelaran wayang kulit dan wayang golek dengan sembilan dalang dalam satu panggung digelar di Alun-Alun Kota Tegal, Minggu (29/4/2018) malam. Enam dalang memainkan wayanf kulit dan tiga dalang menggelar wayang golek.
Pentang wayang tersebut digelar dalam rangkaian HUT Kota Tegal, kegiatan HUT Kota Tegal yang ke 438 Tahun 2018.
Keenam dalam wayang kulit yang tampil yaitu, Ki Anton Surono, Ki Suyanta, Ki Sasmito, Ki Sugeng, Ki Hanung, Ki Ragil Suloso. Sedangkan wayang golek dimainkan oleh Ki Tobat Surono, Ki Agus Bagong dan Ki Suyanto.
Mengambil lakon “Bisma Sang Patriot. Diceritakan, saat terjadi perang Barathayudha Jaya Binangun antara Kurawa dan Pandawa. Atas keserakahan kurawa perang harus terjadin.
Saat itu kurawa mengangkat Senopati Sang Maha Resi Bisma yang mumpuni dalam ilmu peperangan dan ahli memanah. Kemampuan Bisma sebagai seorang Ksatria Pandita tidak diragukan.
Disisi lain, Pendawa mengangkat Resi Seta sebagai senopati dalam perang besar Barathayudha dengan harapan mampu mengalahkan Resi Bisma.
Nasib bicara lain. Resi Seta mengamuk tanpa berfikir nalar hingga dikalahkan oleh Resi Bisma. Disaat para Pandawa di Istana Amartha dilanda kesedihan, tiba-tiba Kresna memilih senopati wanita Dewi Woro Srikandi.
Perang berikutnya Srikandi kemasukan Roh Dewi Amba menyumpahi dan menantang Resi Bisma untuk bertanding. Srikandi melepaskan anak panah tepat mengenai Bisma yang disusul Raden Janoko juga melepas anak panahnya hingga Resmi Bima gugur.(nin/edi)
















