Kabupaten Semarang Terima 25 Ton Beras untuk Warga Terdampak Covid-19

oleh

Ungaran – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang kembali menerima bantuan 10 ribu paket beras dari pihak swasta untuk disalurkan kepada warga terdampak Covid-19 yang ada di daerahnya.

Bantuan beras 25 ton tersebut diserahkan perusahaan PR Sukun kepada Bupati Semarang H Ngesti Nugraha di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, di Ungaran, Kamis (30/9/2021).

Usai menerima bantuan secara simbolis, Bupati Semarang menyampaikan beras sebanyak 25 ton tersebut, selanjutnya akan diteruskan kepada warga yang berhak, melalui BPBD Kabupaten Semarang.

INFO lain :  Polres dan Bawaslu Semarang Siap Tindak Pelanggaran Pemilu

Menurutnya, meski Kabupaten Semarang berstatus daerah PPKM Level 2 dan kasus Covid-19 aktifnya terus menurun, upaya untuk membantu warga terdampak pandemi tersebut terus dilakukan.

Terutama kepada warga, yang secara kemampuan ekonomi, belum sepenuhnya pulih karena terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), usahanya harus terhenti, dan yang harus kehilangan tulang punggung ekonomi keluarga.

INFO lain :  Penyuap Bupati Kudus M Tamzil Dituntut 3 Tahun Penjara. Bantah Menyuap, Seret Uka Wisnu Sejati

Ngesti pun mengapresiasi bantuan pihak swasta yang telah turut serta mendukung upaya penangan warga terdampak pandemi Covid-19.

“Sesuai dengan apa yang telah diamanahkan kepada kami, bantuan paket beras ini akan segera disalurkan kepada warga yang berhak menerima, melalui BPBD Kabupaten Semarang,” jelasnya.

Corporate Secretary PR Sukun, Deka Hendratmanto dalam kesempatan ini mengatakan, bantuan beras yang diserahkan kepada Pemkab Semarang ini wujud komitmen perusahaan untuk berperan di bidang sosial.

INFO lain :  Sekda Kabupaten Semarang Pensiun Dini Usai Terbukti Melanggar Netralitas ASN

Terlebih pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 lalu, telah berdampak luas terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Kami berharap bantuan paket 25 ton beras yang disalurkan hari ini dapat bermanfaat dan mampu meringankan beban warga yang sedang membutuhkan,” kata Deka.

Sumber Republika