Wonogiri – Warga Desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri digegerkan atas temuan mayat pria mengapung di alur Sungai Keduwang. Mayat ditemukan di dekat Jembatan Gedong, Kilometer 15 Wonogiri (Jateng)-Pacitan (Jatim), dan dalam posisi di bawah bangunan Cekdam (bendung penahan lumpur).
“Penemuan mayat tidak dikenali nama maupun asal-usulnya itu terjadi, Senin (9/4/2018). Hasil pemeriksaan petugas, mencatat ciri-ciri tinggi badan 165 Centimeter, memakai baju batik lengan panjang warna dasar cokelat sogan, dan mengenakan celana pendek warna biru tua. Penyebab korban menjadi mayat dan kemudian mengapung di Sungai Keduwang, kini masih dalam penyelidikan,” kata Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede didampingi Kapolsek Ngadirojo AKP Budiyono, melalui Kasubag Humas Polres AKP Hariyanto, Selasa (10/4/2018).
Diduga, mayat tersebut telah tenggelam dan hanyut sejak sekitrar 4 hari yang lalu. Untuk selanjutnya, mayat laki-laki tidak dikenal itu dibawa ke RSUD Dokter Soediran Mangunsumarso Wonogiri.
“Kepada warga masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri sebagaimana tersebut di atas, dapat menghubungi Polsek Ngadirojo atau Polres Wonogiri,” kata dia.
Evakuasi mayat dibantu Tim SAR Wonogiri dipimpin Kabid Operasi Ashari Mursito Wisnu, dengan melibatkan pula personel dari Palang Merah Indonesia (PMI), Pemadam Kebakaran (Damkar), Koramil dan Polsek.
Mayat ditemukan Sukijo (64), warga Dusun Gedong RT 1/RW 11 Desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri yang kebetulan melintasi Sungai Keduwang.
“Saya melihat ada mayat mengapung dalam kondisi telungkup di pusaran air sungai. Lalu saya beritahukan ke Hendro Setiawan (38), yang kemudian melaporkannya ke pamong desa dan diteruskan ke Polsek Ngadirojo,” kata Tukijo ke petugas. (edi)
















