PEKALONGAN – Pandemi Covid-19 berimbas terhadap berbagai sektor termasuk ekonomi kreatif.
Tidak ingin terus terpuruk di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), Pemerintah Kota Pekalongan terus mendorong para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) terus berkreasi dan menciptakan inovasi.
Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz mengatakan, pihaknya mengapresiasi sejumlah pihak yang terus bersemangat mengembangkan, dan menguatkan sektor ekonomi kreatif di Kota Pekalongan.
“Khususnya sumber daya manusia, sebagai para pelaku kreatif. Terlebih kondisi saat ini, bangsa kita masih mengalami pandemi yang menjadi masalah global, dan berdampak pada berbagai sektor,” katanya, Senin (21/12).
Menurutnya, para pelaku ekonomi kreatif harus jeli dalam memanfaatkan peluang sektor ekraf. Apalagi Kota Pekalongan, sudah menyandang predikat sebagai Kota Kreatif Dunia, dan memiliki kelebihan seperti di sektor kuliner, fesyen, kriya serta lainnya.
Saelany juga menekankan, ke depan, Kota Pekalongan akan semakin berkembang dengan banyaknya para wisatawan yang berkunjung.
“Dengan begitu, hasil ekraf yang dimiliki Kota Pekalongan juga akan laku, seperti kuliner, batiknya, dan sektor ekraf lainnya,” tegasnya.
Dia berharap sejumlah forum yang digelar bukan hanya seremonial, melainkan sebagai evaluasi apa yang telah dilakukan tahun ini.
“Kami menginginkan, para pelaku ekraf juga dapat memberikan masukan maupun saran kepada pemerintah, untuk membangun Kota Pekalongan sehingga semakin maju dan kreatif, dengan karya-karya yang dimilikinya,” tandasnya. (eka)
















