5 Tahun Lalu, Angka Kematian Ibu 711 Kasus, Kini 416

oleh
oleh

SEMARANG – Angka kematian ibu di Jawa Tengah sempat tinggi pada era awal kepemimpinan Gubernur Ganjar Pranowo. Namun, melalui gerakan Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng alias 5NG pada pertengahan 2015, kasus kematian ibu terus mengalami penurunan.


Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo pun berbagi tips dan strategi penurunan angka kematian ibu hamil dan melahirkan di Jawa Tengah.

INFO lain :  Tak Perlu Segan Beri Sanksi pada Para Pelanggar Protokol Kesehatan


“Keselamatan ibu hamil dan melahirkan bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga keluarga, masyarakat, dan sangat penting pemerintah harus hadir,” ujarnya, Selasa (15/12).


Ia menyebut, di Jawa Tengah sudah mencanangkan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng atau 5NG, untuk keselamatan ibu dan anak mulai hamil hingga melahirkan. Program tersebut cukup efektif mengurangi angka kematian ibu dari tahun ke tahun.

INFO lain :  Bangun 6 Pasar Senilai Rp124 Miliar


“Sebelum ada program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng angka kematian ibu di Jawa Tengah cukup tinggi. Namun, belakangan trennya menurun,” paparnya.


Atikoh menyebut kematian ibu hamil dan melahirkan cukup tinggi terjadi pada 2014 dengan jumlah 711 kasus. Namun, angka itu terus turun menjadi 619 kasus pada 2015, 602 kasus pada 2016, 475 kasus pada 2017, 421 kasus pada 2018, dan turun lagi menjadi 416 kasus pada 2019.

INFO lain :  Tol Semarang-Batang Diresmikan 20 Desember, 11 Stand Rest Area Disiapkan


Penurunan angka kematian tersebut berkat sinergi semua pihak dalam melakukan 5NG, termasuk peran PKK Jawa Tengah yang aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terkait keselamatan ibu.


“Mulai dari 2015 persoalan ini dikeroyok agar dapat terselesaikan. Selain pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh dan PKK. Hingga angka kematian ibu, trennya menurun,” bebernya.(ema)