Bangun 6 Pasar Senilai Rp124 Miliar

oleh
oleh

BOYOLALI – Pemkab Boyolali melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) setempat telah melaksanakan pembangunan enam pasar tradisional dengan menelan anggaran total sekitar Rp124,7 miliar.


Enam pasar tersebut, yakni Pasar Hewan Purworejo di Jeron Kecamatan Nogosari, Pasar Hewan Sunggingan Jelok dan Pasar Cepogo (Cepogo), Pasar Kacangan (Andong), Pasar Kebonagung (Ngemplak), serta Pasar Trantang (Sambi).

Kepala Disdagperin Kabupaten Boyolali, Karseno mengatakan pihaknya terus berupaya mewujudkan pasar tradisional di Boyolali menjadi lebih nyaman dikunjungi karena berbagai fasilitas telah dilengkapi untuk mendekati pasar modern.

INFO lain :  Sopir Bus Tersangka Kecelakaan Tewaskan Sekeluarga di Boyolali

“Kita berharap pasar tradisional di Boyolali sebagai fasilitas kegiatan perekonomian mampu membuat nyaman kegiatan transaksi jual beli, dan nyaman untuk dikunjungi,” ungkapnya, Sabtu (3/10).


Pemkab Boyolali 2020 sudah dapat menyelesaikan pembangunan enam pasar itu. Keenam pasar itu, dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Boyolali, dengan total sekitar Rp124,7 miliar.

INFO lain :  Polisi Dalami Dugaan Kelalaian PIP Semarang di Kasus Penganiayaan Taruna


Karseno menjelaskan anggaran pembangunan Pasar Hewan Purworejo Kecamatan Nogosari dengan APBD 2020 sebesar Rp8 miliar, Pasar Hewan Sunggingan Cepogo menghabiskan anggaran Rp30 miliar, Pasar Cepogo dengan APBD sebesar Rp33 miliar.


Selain itu, Pasar Kacangan Kecamatan Andong menggunakan APBD sebesar Rp25 miliar, Pasar Kebonagung (Ngemplak) menghabiskan anggaran sebesar Rp25 miliar, dan Pasar Trantang (Sambi) melalui APBD sebesar Rp3,7 miliar, sehingga total mencapai Rp124,7 miliar.

INFO lain :  Mahasiswa Unnes Terseret Air Bah Sungai Kaligarang Ditemukan Tewas

“Pembangunan enam pasar ini, seluruhnya biaya murni dari APBD, maka kami harapkan jika sudah dibangun harus dijaga kebersihannya, patuh protokol kesehatan, disiplin di dalam hal aturan yang sudah dipakati,” tandasnya. (yol)