Persoalan APK Bisa Picu Gugatan Pilgub Jateng

oleh

 

SEMARANG – Parpol pendukung kedua kubu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng sama-sama kecewa dengan kinerja KPU Jateng. Keterlambatan pembuatan dan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) berupa baliho dinilai bisa menjadi pemicu gugatan pada pelaksanaan Pilgub Jateng.

Bahkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra akan melakukan investigasi. Apakah ada kemungkinan ketidaknetralan KPU sehingga menguntungkan salah satu pihak.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro mengatakan kondisi itu jelas merugikan pasangan calon yang mereka usung, Sudirman Said dan Ida Fauziyah. Sebagai penantang gubernur petahana, pasangan ini dituntut melakukan sosialisasi semaksimal mungkin.

INFO lain :  Kerahkan 14 Ribu Personel Amankan Pilkada

Ia mengaku pihaknya mencoba menaati aturan dengan tak membuat baliho sendiri namun baliho dari KPU kenyataanya belum ada. Padahal tahapan kampanye sudah berjalan sekitar 1,5 bulan.

“Dari awal kami sudah mengingatkan lelang akan memakan waktu. KPU harusnya sudah melakukan antisipasi sejak dini. Kalau kondisi seperti ini, boleh dong kami curiga. Jangan-jangan ada kesengajaan menguntungkan petahana,” kata Sriyanto, Selasa (3/4/2018).

Jumlah baliho yang ia sebut hanya ‘350’ buah dan pemasangannya mestinya bisa diselesaikan tepat waktu. Untuk itu, Sriyanto yang juga menjabat sebagai anggota Komisi A DPRD Jateng akan mengusulkan agar Komisi memanggil KPU dan Bawaslu Jateng. Sriyanto juga meminta Bawaslu  melakukan pengawasan secara kritis pada semua tahapan Pilgub.

INFO lain :  Hasil Akhir Pilpres 2019. Jokowi 55,5 Persen, Prabowo 44,50 Persen

Di satu sisi, Panwas melakukan penertiban APK yang tak sesuai aturan namun kenyataanya parpol belum memperoleh APK yang difasilitasi oleh KPU.

Ketua DPW PKB Jateng KH M Yusuf Chudlori memiliki dugaan yang sama. Untuk itu, tim yang tergabung dalam Laskar Perjuangan Merah Putih akan melakukan investigasi terkait persoalan ini. Jika ditemukan pelanggaran akan memproses secara hukum.

Sementara Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jateng Masruhan Samsurie juga menyesalkan keterlambatan pemasangan APK tersebut. Solusi jangka pendek, KPU diminta melakukan sosialisasi ke masyarakat lebih masif misalnya melalui koran, radio dan media lainya.

INFO lain :  850 Personil Amankan Kampanye Terakhir di Tegal

“Setahu saya ada anggaran untuk sosialisasi dan hal ini bisa jadi solusi keterlambatan APK,” kata Masruhan yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Jateng.

Selanjutnya, sebagai partai pengusung pasangan Ganjar Pranowo–Taj Yasin, PPP tak mau pertarungan pilgub dinilai tak sehat oleh kompetitor. “Kami ingin menang secara fair,” imbuh Masruhan.

Setelah memutus kontrak pemenang lelang, KPU melakukan lelang ulang pengadaan APK. Ini merupakan lelang ketiga, setelah pada lelang yang pertama gagal. (Hanung Soekendro /SMNetwork /CN38 )