Perut Lapar Bisa Picu Konflik Agama

oleh
oleh

UNGARAN – Para pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) harus siap berkarya untuk menunjukkan komitmen membantu pemerintah menjamin kehidupan yang damai dan harmonis.

Terlebih di masa pandemi, di mana kondisi sosial ekonomi sebagian besar masyarakat yang kurang baik, dikhawatirkan dapat berpotensi menimbulkan konflik keyakinan.

“Konflik agama bisa timbul karena perut lapar. Di sinilah peran penting FKUB untuk melakukan pendampingan spiritual agar kehidupan tetap damai dan harmonis,” ujar Wakil Ketua Forum Komunikasi Umat Beragam (FKUB) Jawa Tengah Pendeta Bambang Pujianto usai pengukuhan pengurus FKUB Kabupaten Semarang masa bakti 2020-2025 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (4/11).

INFO lain :  Fenomena Hujan Es Landa Wilayah Semarang
INFO lain :  Anggota Kodim Pekalongan Dites Urine

Bambang berharap, FKUB Kabupaten Semarang berperan menciptakan situasi kondusif, menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Semarang Desember mendatang. Yakni, dengan melakukan pelayanan dan koordinasi sosial dengan pemangku kepentingan.

Bupati Semarang Mundjirin menegaskan, acara pengukuhan merupakan awal kesiapan FKUB menjadi wadah dialog dan media penyampaian aspirasi umat beragama.

INFO lain :  Bayi Baru Lahir Dibuang di Irigasi Pati

“Perbedaan keyakinan yang ada jangan sampai merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Apalagi menjelang Pilkada yang membutuhkan situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Bupati berharap, FKUB dapat memperkuat jalinan dialog antar umat beragama. Sekaligus menampung aspirasi mereka untuk disampaikan kepada Bupati Semarang sebagai dasar pengambilan kebijakan daerah.(gar)