Pekalongan – Dalam rangka pencegahan dan antisipasi penggunaan narkoba oleh oknum anggota, anggota TNI Kodim Pekalongan dites urinenya. Pemeriksaan sebagai upaya memberantas penyalahgunaan Narkoba di lingkungan Kodim 0710 Pekalongan.
Puluhan prajrurit TNI ikuti tes urine yang dilaksanakan di aula serbaguna Makodim 0710, Senin (4/6/2018). Adapun 50 anggota TNI diperiksa secara acak oleh Dokpol dan Sat Narkoba Polres Pekalongan Kota.
Komandan Kodim (Dandim) 0710 Pekalongan Letkol Infanteri Muhammad Ridha menerangkan selain menjalani tes urine, pihaknya juga menggelar sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang diikuti ratusan anggotanya.
Letkol Infantri Muhammad Ridha menambahkan bahwa, pemeriksaan urine bagi anggota dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi pimpinan yang menyatakan perang dan berkomitmen memberantas narkoba. Tes urine digelar secara mendadak tanpa pemberitahuan ke anggota sebelumnya.
“Tes Urine mendadak yang dilaksanakan ini, merupakan tidak lanjut dari pimpinan satuan komando atas yang sudah berkomitmen untuk memberantas tuntas tentang narkoba ini,”terang Dandim.
Kodim 0710 pekalongan bakal menggelar secara rutin kegiatan P4GN Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dikarenakan sudah menjadi program dari satuan dan menjadi komitmen berperan aktif dalam pemberantasan Narkoba.
Dandim berharap, dengan diadakan tes secara rutin seluruh prajurit terbebas dari Narkoba dan tidak terlibat dalam peredarannya,adapun dari prajurit yang sudah di tes secara mendadak tersebut semuanya di nyatakan semua negatif.
Pemateri sosialisasi tersebut disampaikan oleh KBO Sat Resnarkoba Polres Pekalongan Kota Iptu Bambang. Dalam Sosialisasi tersebut, Iptu Bambang menyampaikan, saat Indonesia dalam kondisi darurat narkoba.
Dikatakannya, jaringan narkoba saat ini sudah merambah sampai tingkat desa dan tidak menutup kemungkinan menjadikan Prajurit TNI sebagai sasaran jaringan narkoba ini. Baik sebagai pengguna maupun akan direkrut jadi bagian dari jaringan narkoba.
“Begitu besarnya kerugian akibat dampak yang ditimbulkan narkoba bagi generasi Indonesia. Sehingga pemerintah saat ini berkomitmen untuk tidak akan memberikan pengampunan bagi p elaku yang sudah tertangkap walaupun banyaknya tekanan dari negara luar seperti yang saat ini kita ketahui dari media masa,” katanya menjelaskan peredaran gelap narkoba di Kota Pekalongan dan modus-modus dalam peredaran narkoba, serta beberapa kasus yang telah diungkap.
















