8.126 Pekerja Pariwisata Terima Bantuan

oleh
oleh

UNGARAN – Sebanyak 8.126 orang pekerja pariwisata yang menganggur karena dampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Semarang mendapat bantuan dari Kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif (Kemenparekraf) RI.

Bantuan yang diberi label “Beras dan lauk siap saji (Balasa)” itu langsung dibagikan kepada para penerima bekerja sama dengan Polres Semarang lewat Polsek.


“Alhamdulillah, seluruh usulan penerima dari Kabupaten Semarang disetujui. Jumlah penerima di sini paling banyak se-Jawa Tengah,” terang Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih, Sabtu (18/7).

Disampaikan, jumlah pekerja pariwisata di Kabupaten Semarang yang tercatat di Disparta sebanyak sepuluh ribu orang. Mereka terdiri dari pemandu wisata, penjual cendera mata dan kuliner di objek wisata, karyawan hotel yang dirumahkan, pekerja di desa wisata dan lainnya.

INFO lain :  Etika Berlalu Lintas Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan

Setelah dilakukan sosialisasi rencana bantuan itu oleh Disparta, lanjut Dewi, ada 8.126 pekerja yang mendaftar secara online. Namun Disparta akan tetap melakukan pendampingan kepada para pekerja pariwisata yang belum mendapat bantuan. Rencananya mereka akan diusulkan untuk mendapat bantuan dari Disparta Provinsi Jawa Tengah.

“Kita berharap bantuan bisa dimanfaatkan teman-teman pelaku dan pekerja pariwisata di saat sulit seperti ini. Apalagi banyak tempat wisata yang ditutup dalam waktu cukup lama,” ujar Dewi.

INFO lain :  Pencabulan di Magelang, Dua Bocah Jadi Korban Usai Razia HP

Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Semarang Aris Susanto yang dihubungi via telepon mengatakan terima kasih atas bantuan dari Kemenparekraf itu. Meski hanya sementara, bantuan itu bisa membantu anggotanya menyambung hidup. Karena sektor pariwisata benar-benar berhenti sejak empat bulan lalu, dan banyak anggota HPI yang bekerja serabutan.

“Ada anggota kami yang jadi kuli bangunan atau jualan apa saja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kami berharap ada semacam bantuan langsung tunai karena krisis di pariwisata ini kabarnya akan berlangsung lama,” katanya yang sekarang bekerja sebagai sopir truk tanki air.

INFO lain :  Wanita Pemilik Gudang Penimbunan 20 Ton Pupuk Bersubisidi Diamankan

Salah seorang penerima bantuan, Ahmad Nur Amin (47) juga mengatakan hal senada. Pria beranak dua yang tinggal di Tuntang itu berharap ada bantuan lagi untuk membantunya memenuhi kebutuhan hidup. Saat ini dia bekerja sebagai nelayan setelah objek wisata tempatnya bekerja ditutup selama pandemi Covid-19.

“Semoga ada bantuan lagi selama objek wisatanya belum dibuka,” tandasnya. (umi)