SEMARANG – Pemkot Semarang menempatkan petugas gabungan di berbagai kawasan pabrik untuk memastikan penerapan protokol kesehatan Covid-19.
Langkah ini diambil menyusul munculnya sejumlah klaster baru dari sejumlah perusahaan, dengan kasus positif hampir 300 orang.
Wali kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, personel TNI, Polri, dan pemkot yang sebelumnya ditugaskan di pos-pos perbatasan akan dialihkan untuk patroli di kawasan pabrik.
“Kita meminta secara tegas kepada petugas dan berbagai kalangan lainnya untuk memperketat penerapan prosedur standar operasional tentang kesehatan,” katanya, Kamis (9/7).
Patroli khusus di kawasan pabrik tersebut, kata dia, juga harus didukung oleh para pengelola perusahaan.
“Setiap hari harus dilakukan penyemprotan desinfektan. Petugas gabungan akan terus patroli untuk mengingatkan pentingnya SOP kesehatan,” sebutnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menyebut klaster baru di tiga perusahaan itu relatif besar.
Menurut Hakam, penyebab munculnya klaster di tiga perusahaan itu akibat tidak diterapkan protokol kesehatan dalam lingkungan kerja.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Auliansyah Lubis menambahkan, pihaknya akan ikut bertindak dalam memutus rantai Covid-19 dengan membentuk Kampung Siaga Tangguh (Siaga Candi).
“Saat ini sudah terdapat 88 Kampung yang sudah kita bentuk dan kegiatannya nanti bisa kita lihat,” sebutnya.
Protokol kesehatan, kata dia juga perlu ditingkatkan lagi dan kedisiplinanya baik para petugas PKM itu sendiri sebelum menyampaikan ke masyarakat.
Diharapkan upaya-upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan kegiatan PKM, pembentukan Kampung Siaga Tangguh dan kegiatan lainnya dapat didukung oleh masyarakat, sehingga pandemi Covid-19 ini bisa berakhir.(mht)















