Daerah Potensi Amblas di Semarang Semakin Tinggi

oleh
oleh


SEMARANG – Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa permukaan tanah di kawasan pesisir Kota Semarang, Jawa Tengah, telah mengalami penurunan hingga 10 sentimeter (cm) tiap tahun.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar menyebutkan, berdasar data geologi pada tahun 2016 hingga 2018, pesisir Semarang menunjukkan daerah dengan potensi amblas tinggi semakin meluas.
“Penurunan tanah mulai 2 sampai 10 cm per tahun. Namun di beberapa tempat tidak merata,” ujarnya, Kamis (21/11).
Kasus ini, jelas Rudy, diketahui sejak 2011 dengan melakukan pemantauan, kemudian melihat patokan sebagai bukti penurunan.
Data monitoring geologi teknik penurunan tanah daerah Semarang pada tahun 2016 menunjukkan bahwa yang masuk zona merah yakni penurunan sampai 10 cm per tahun yang meliputi seluruh bibir pantai di Kota Semarang sampai paling jauh ke selatan yaitu Bangetayu Kulon.
“Hingga tahun 2018, penurunan tanah yang memasuki zona merah semakin meluas,” bebernya.
Rudy menerangkan, pemangku wilayah diharapkan lebih peduli dengan isu amblesan atau penurunan tanah dan setidaknya melakukan langkah antisipasi.
“Untuk penurunan tanah yang diakibatkan oleh alam kita tidak bisa, namun yang diakibatkan oleh faktor manusia bisa dilakukan. Misalnya perizinan bangunan, pengambilan air tanah,” jelasnya.
Pihaknya memastikan untuk daerah yang mengalami penurunan tanah tidak akan benar-benar tenggelam dalam waktu dekat.
“Penurunan tanah yang diakibatkan faktor alam memang sulit diantisipasi, namun jika karena faktor manusia, maka proses penurunan tanahnya bisa diperlambat,” tandasnya. (mht)

INFO lain :  Depresi, Pria Coba Bunuh Diri dengan Terjun ke Sungai