Kadisdikbud Jateng Sebut Banyak Sekolah Dibangun dengan Uang Terbatas

oleh
oleh

SEMARANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menyatakan, banyak sekolah yang saat pembangunannya dilakukan dengan uang terbatas.

“Akibatnya sekolah dibangun mengikuti keterbatasan anggaran tersebut dan harus mempertaruhkan keselamatan peserta didik,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Jumeri, Kamis (21/11).
Terkait dengan kejadian di SMKN 1 Miri, kabupaten Sragen, saat ini pihaknya masih melakukan evaluasi penyebab ambruknya aula.
INFO lain :  Truk Larutan Penyegar Terguling di Demak
“Apakah memang murni karena bencana atau konstruksi bangunan,” katanya.
Sebanyak 22 siswa SMKN 1 Miri menjadi korban luka akibat ambruknya aula di lingkungan sekolah tersebut pada Rabu (20/11). Dari total korban tersebut, tiga di antaranya mengalami patah tulang dan sudah menjalani perawatan di RS Karima Utama, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo
Pihaknya juga akan melihat kelayakan bangunan berikutnya. “Kalau digunakan aula lagi tidak tepat sehingga kami akan melihat kemungkinan pembangunan ulang seperti apa, yang pasti harus lebih aman,” sebutnya.
Jumeri juga mengimbau pihak sekolah melaporkan kondisi konstruksi bangunan.
“Kami mengimbau sekolah untuk melakukan cek ulang konstruksi sekolah, serta ini kan mulai masuk musim hujan. Harus dipastikan ruang belajar bagi siswa semua aman,” pintanya.
Pengecekan sekolah tersebut, kata dia, juga untuk mencegah terjadinya kasus serupa SMKN 1 Miri.
“Kami akan minta cabang dinas untuk bisa melihat sekolah yang ada dan kepala sekolah diminta melaporkan yang kritis. Selanjutnya laporkan, coba cek juga secara teknis apakah bangunan tersebut layak ditempati anak-anak,” tandasnya.

Sumber : antaranews.com

INFO lain :  Tutup Tol, Warga Brebes Korban Banjir Protes