Kisah-Ku kali ini terjadi di Kota Semarang. Menceritakan seorang bapak yang bejat dan tega menodai pacar anaknya sendiri.
Pelaku, sebut saja Joko, 44 tahun, warga Gajahmungkur, Kota Semarang. Selain menjadi tukang ojek online, ia juga menjadi pegawai harian lepas di sebuah kantor dinas pemerintah.
Kisah-Ku terjadi 2017 silam. Korban, sebut saja Mawar. Kala itu aku berusia 16 tahun, siswi kelas 3 di sebuah SMA swasta di Semarang.
Aku kenal dengan Joko karena ia adalah ayah kandung pacarku, sebut saja Ata yang masih tetanggaku juga. Ata merupakan teman sekelas Mawar. Waktu masih berpacaran dengan Ata, Joko sering mengantarnya ke rumah-ku dan ikut bertamu.
Ia juga sering mengantar jemput Mawar ke sekolah maupun les atau kegiatan menari di sanggar. Selama Mawar berteman dengan Ata, Joko sering mengelus kepala Mawar dan mengatakan “sayang”. Mawar sendiri merasakan hal itu sebagai hubungan bapak dengan anak.
Namun setelah putus dari Ata, Joko masih sering menjemput Mawar usai pulang sekolah. Tetapi Mawar tidak boleh pulang dulu dan diajak jalan-jalan.
Sebagai tukang ojek online, Mawar pernah diajak ke kos Joko dan menyuruhnya berbohong kepada orang tuanya kalau pulang terlambat dengan alasan ada les dengan bu guru.
“Bapak sayang sama kamu dan menganggapmu sebagai anaknya,” kata Joko ke Mawar.
Latihan menari diikuti Mawar seminggu 2 kali. Selama itu, ia selalu diantar Joko.
Mawar mengakui, mau menuruti kemauan Joko karena ia takut diancam akan dipukul jika tidak menurut. Bahkan Mawar mau dijambak dan paha korban dijebret dengan karet gelang. Mawar juga kerao diguyur air di kost Joko karena menolak permintaannya.
Kisah persetubuhan Joko dengan Mawar yang masih di bawah umur iyu, terjadi pertama kali pada 11 Januari 2016 hingga 18 Januari 2017 di Hotel Kediri Bandungan. Kala itu, Mawar dijemput dan diajak Joko berboncengan sepeda motor. Joko awalnya mengajaknya jalan-jalan.
Namun di sana, Mawar justeru disetubuhi. Usai menyewa kamar, Mawar ditarik paksa dan dijambak rambutnya. Di dalam kamar, Joko langsung melepas baju Mawar dan telanjang. Mawar hanya bisa menangis.
Ia sempat berteriak, tapi tidak ada yang mendengar (karena sepi). Joko yang juga sudah telanjang bulat langsung memegang payudara Mawar dan melakukan aksi bejatnya.
“Diam-diam. Ndak usah teriak nanti kamu saya pukul,” kata Joko ke Mawar.
Mawar sempat berteriak, tolong-tolong dalam posisi terlentang di atas tempat tidur. Saat ia berteriak tolong-tolong itu, Joko langsung membekap mulutnya.
Sambil membekap mulut Mawar yang merasa kesakitan, Joko memasukkan alat kelaminnya ke vagina Mawar dan terus mendorongnya. Akhirnya, keluar sperma (cairan putih) milik Joko yang dikeluarkan di atas perut Mawar.













