Mawar tidak pernah berani berbicara tentang perbuatan Joko dikarenakan ia mengancam akan membunuh orangtuanya.
“Ia pernah menodongkan pisau kecil,” kata Mawar.
Namun, ibarat bangkai, sebegitu rapat ditutupi toh akan tercium juga. Aksi persetubuhan di bawah umur itu terungkap.
Bak disambar geledeh, orang tua Mawar mengetahui perbuatan Joko dan anaknya itu pada tanggal 18 Januari 2017.
Ia tahu, setelah seorang gurunya menunjukkan foto tak senonoh Mawar.
Singkat cerita, HP Joko berisi sejumlah foto mesum dengan Mawar jatuh di sekitar rumahnya. HP ditemukan seorang teman Mawar dan diketahui berisi gambar-gambar mesum, hingga akhirnya dilaporkan ke sekolahan.
Ketika itu, Mawar pulang ke rumah setelah pergi dengan Joko. Kepada Mawar, bapaknya sempat menanyakan aksi mesumnya dengan Joko, meski dibantah. Namun, Mawar tak bisa mengelak ketika bapaknya menunjukkan foto bugil antara dirinya dan Joko.
Sejak itu, Mawar langsung menceritakan perbuatan Joko kepada orangtuanya. Mawar mengakui, Joko pernah merekam dan mengambil foto di HP saat mereka beradegan mesum. Usai terungkap, Joko dilaporkan polisi dan diproses hukum.
Joko sendiri mengakui memiliki isteri dan anak seumuran dengan Mawar bernama Ata, ia satu kelas dan pernah berpacaran. Saat itu, Joko sering mengantar jemput keduanya.
Joko yang sering mengantar jemput Mawar berangkat dan pulang sekolah karena bapaknya sering tidak ada di rumah mengakui tertarik dengan Mawar karena wajahnya mirip dengan mantan pacarnya.
Joko mengakui, sudah melakukan perbuatan persetubuhan dengan Mawar lebih dari 40 kali dalam kurun waktu setahun.
Persetubuhan dilakukan di beberapa tempat, antara lain di Hotel Kediri Bandungan, hotel daerah Ungaran, Losmen Kudus Jl.Imam Bonjol Semarang dan di kamar kos di Jl.Borobudur Kota Semarang.
Yanto, pemilik kamar kos yang ditempati Joko mengaku, setahunya Joko dan Mawar adalah bapak serta anak. Keduanya telah tinggal di tempat kosnya sekitar 6 bulan dengan membayar uang kos sebesar Rp 350.000,-/bulannya.
Ia mengenal keduanya ketika mereka datang mencari kos. Joko mengatakan jika Mawar yang bersamanya adalah anaknya.
Awal menyewa kos, Joko menyerahkan fotokopi KK dan KTP. Di dalam KK Joko tertera, anak ketiganya berjenis kelamin perempuan. Atas hal itu, Yanto mengaku tidak curiga.
Keseharian Joko dan Mawar selalu berdua. Joko dan mawar selalu datang ke kos bersama,berboncengan motor Vario 125. Menurut Yanto, Mawar juga sering datang ke kos mengendarai motor sendiri.
Mereka selalu datang setelah jam pulang sekolah, sekitar pukul 14.00 wib dan jarang menginap di kos. Setahu Yanto, setiap sesampainya di kos mereka langsung masuk kamar dengan pintu selalu tertutup.













