Cerita Kisah-Ku kali ini menunjukkan begitu kelamnya hidupku. Narkoba, sex bebas akibat salah pergaulan bebas. Nasi sudah jadi bubur dan masa lalu tak bisa diputar kembali lagi.
Sebut saja namaku Tari. Kisah-Ku terjadi 2016 silam. Usiaku kala itu masih 11 tahun tepatnya 15 hari.
Kisah-Ku menceritakan tentang peristiwa persetubuhan yang aku alami dengan beberapa teman yang kukenal dari facebook. Tak hanya itu, orang asing yang juga teman mereka juga menyetubuhi.
Persetubuhan pertama aku lakukan di rumah temanku bernama Niam di Plamongan. Dan yang kedua di sebuah gubug di area persawahan sebelum Gor Manunggal Jati Pedurungan Kota Semarang.
Ketika itu, sekitar April 2016 sekitar jam 20.00. Saat itu aku yang berada di kos, di sms teman bernama Upik. Ia mengajakku nongkrong.
Usai nongkrong, karena sudah terlalu malam Upik dan Niam mengajaku tidur di rumah Niam. Kami pun berangkat me sana.
Sesampainya di rumah Niam, aku diajak masuk lewat jendela kamar Niam. Setelah itu Niam memberi dan menyuruhku meminum 2 buah pil koplo.
Akupun merasa pusing dan kebingungan. Ketika itu Niam memintaku tiduran di kamarnya.
Aku yang sudah tak sadarkan diri, mendadak kaget karena aku yang berada di atas tempat tidur Niam sudah dalam keadaan telanjang bulat. Tubuh hanya ditutupi selimut.
Lebih terkejut lagi, saaf kulihat seseorang masuk ke kamar Niam. Kepadaku ia mengatakan “ main disik mengko tak kei duit”.
Aku yang sudah tak berdaya akibat pengaruh pil koplo, hanya diam lemas, setengah tak sadar diri. Dalam kondisi itu, kurasakan pria berumur sekitar 36 tahun itu sudah berada di atas tubuhku.
Berulang ulang ia meremas remas payudara dan vaginaku. Aku yang kalah tenaga dan tak berdaya hanya bisa pasrah saat laki-laki itu memasukkan penisnya yang telah menegang ke dalam vaginaku.
Dengan. elakukan gerakan naik turun, hingga mengeluarkan sperma di luar vagina. Ia pun lantas pergi meninggalkan dengan memberikan uang sebesar Rp 24.000,00.
Selang kemudian, masuklah temanku Upik yang menanyakan apakah pria yang belakangan kutahu bernama Ompong itu sudah memberikan uang. Aku yang masih setengah sadar akibat pengaruh 2 butir pil koplo yang kutelan sebelumnya hanya bisa menjawab sudah dengan suara lirih.
Masih kuingat jika malam aku secara bergantian aku digilir, disetubuhi teman-temanku lainnya. Secara bergantian tubuhku yang sudah bugil tak berdaya disetubuhi Lutfi , Johan , Niam, Iqbal dan Sempuk.
Kejadian itu kembali terulang. Tepatnya hari Rabu tanggal 6 April 2016 jam 17.30 aku diajak datang ke sebuah gubug di area persawahan sebelum gor Manunggal Jati Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.













