Germo Kencan Sex

oleh

Ini adalah kisah nyata.Cerita pengalaman dari seorang mantan mucikari. Dia mengaku sudah tobat. Menceritakan masa lalunya, terjebak dalam dunia kelam. Hidup bergelimang harta dari hasil kerjanya menjajakkan pekerja seks komersial (PSK).

Kisah masa kelamku itu terjadi sejak 2009 silam. Saat itu, aku tengah menempuh pendidikan di sebuah kampus di Kota Semarang. Sebut saja namaku, Mito. Usiaku kini sekitar 31 tahun. Aku tinggal di kawasan Semarang Utara.

Menjadi mucikari aku jalani sejak 2009 dan terakhir 2017 silam saat aku ditangkap polisi. Masih ingat betul, ketika saat itu aku menjajakan dua wanita yang menjadi PSK. Sebut saja namanya Natali dan Dea. Keduanya mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Semarang.

INFO lain :  Tergiur Janji Palsu, Kurelakan Keperawananku

Sekitar 30 PSK aku tampung atau kelola. Di antaranya, sebut saja Dea, Natalie, Kanaya, Tea, Menik, Dina, Evi, Rika, Diah, Yuni, Sulis, Nadia, Berby, Warni, Tala.

Mereka kebanyakan mahasiswi. Meski ada juga janda muda, yang memilih “nyambi” jadi Pemandu Karaoke, SPG atau swasta.

Himpitan ekonomi dan pergaulan yang butuh banyak uang jadi penyebabnya. Mereka mencari germo yang bisa menjual ke pria hidung belang. Justru para wanita itulah yang berusaha mencari cara untuk bisa dekat dengan germo.

Puluhan laki-laki hidung belang yang menginginkan sex telah menjadi pelangganku. Mulai dari mahasiswa, pengusaha, bahkan politisi.

Bisnis prostitusinya banyak terjadi di area klub malam. Aku juga mencari klien dari balik gemerlap lampu diskotik. Maklum saja, mereka yang datang sengaja mencari “hiburan”.

INFO lain :  Pemandu Karaoke yang Nyesal Aborsi

Untung tarif kencan, PSK sendiri yang mematok. Kondisi itu berbeda antara PSK satu dengan lainnya yang mau menjajakan diri.

Semakin “dia” masih muda, tarif semakin tinggi. Meski ada pula pilihan “service-service” plus yang ditawarkan.

Mereka yang meminta jasa pelayanan sex terhadap perempuan – perempuan cukup memesan atau menghubungi lewat BBM. Mereka yang berminat, aku kirimi foto – foto PSK beserta tarif – tarifnya . Jika cocok, maka orang yang memesan harus terlebih dahulu mentranfer uang melalui rekening.

Usai transferan uang terkirim baru aku minta si PSK pergi menemui tamunya di kamar hotel yang ditentukan. Sejumlah hotel besar dan berkelas atau melati pernah menjadi transaksi sex mereka.

INFO lain :  Aku Digilir di Depo Pasir

Aku sudah menjadi mucikari / perantara perempuan penjual jasa pelayanan sex sejak 2009. Penghasilan rata – rata sekitar Rp 10 juta per bulannya.

Dari setiap transaksi menjadi perantara PSK, aku mendapat untung 30 persen. Itu adalah kesepakatannya.

Rabu, 4 Januari 2017 tepatnya, menjadi masa terakhirku mejadi mucikari. Malam itu, aku diinvite pengguna BBM yang ingin memesan dua wanita pelayan sex komersial melalui PIN Blackberryku. Di situ aku kirimkan foto-foto Natalie dan Dea. Disepakati bayaran untuk Dea Rp 2 juta dan Natalie Rp 1,5 juta.