Pemandu Karaoke yang Nyesal Aborsi

oleh

Kata orang-orang, manusia itu banyak mengejar nafsu. Terlalu mementingkan duniawi sampai-sampai mengabaikan akherat. Sibuk mengumbar kesenangan dan kepuasan.

Mungkin itu yang kala itu aku pikirkan. Hidup bebas tanpa kekangan orang lain. Bebas ke sana kemari semaunya melakukan apapun yang diinginkan. Apalagi hidup serba kecukupan.

Bayangkan, makan cukup, jalan-jalan atau shoping bisa. Jeng-jeng dengan temen-teman hampir setiap saat.

Ya, mungkin itu hidupku dulu. Sebelum akhirnya aku menyadari, ternyata oh ternyata. Kisah-Ku sangat memilukan. Aku sungguh menyesali hidupku jika aku mengingatnya.

Sebut saja namaku Ayu. Usiaku kini hampir 24 tahun. Asli asli Wonosallam, Demak. Hanya bermodal lulusan SMA aku merantau ke Kota Semarang.

INFO lain :  Kamera Rapat Masih On, Malah Main "Ah Uh" Hubungan Intim

Awalnya aku diajak dengan temanku, sebut saja Tika, teman satu sekolahan. Kami pernah satu kosan di kawasan Penggaron. Awalnya kami bekerja bersama di sebuah pabrik garment tak jauh dari kosan.

Namun seolah bukan diriku. Yang ngak terbiasa hidup dengan beban kerja berat. Duh…pikirku kala itu.

Belum genap seminggu aku bekerja, aku putuskan berhenti. Waktuku lebih banyak aku habiskan di kosannya. Sampai suatu saat aku kenal dengan seorang penghuni kamar kos lain. Sebut saja Maya.

Maya bukan orang asing bagiku. Selama aku tinggal di kos, kami sering berpapasan. Tapi lebih banyak saling diam. Itupun hanya waktu-waktu tertentu.

INFO lain :  Tetanggaku Datang Saat Punyanya Tegang

Yang kutahu, jika siang hari, Maya lebih sering di kamar. Baru sore jelang senja, dia mulai pergi keluar kos. Sejak itu aku tak tahu kapan pulangnya. Pikirku apa urusanku.

Suatu siang ketika di saat aku duduk bersandar di daun pintu, aku dikejutkan suara Maya menyapaku. “Melamun ya ?,” kejutnya.

Setengah kaget akupun hanya bisa berseloroh. “Ngak kok mbak,” kataku membohongi.

Singkat cerita, ketika itu aku baru tahu jika Maya seorang wanita Pemandu Karaoke alias PK. Dia mengaku, bekerja di sebuah tempat karaoke di Kota Semarang.

Kepadaku, Maya menawariku menjadi PK. Awalnya aku tak yakin dan mau, sampai akhirnya belakangan tawaran itu aku iyakan.

INFO lain :  Kisah-Ku : Aku Menikmati Persetubuhan Itu

Aku berfikir dengan modal wajah cantik dan bodi seksiku, aku bisa dapat uang mudah. Apalagi hanya menemani menyanyi di tempat karaoke.

Sejak itu aku resmi menjadi PK. Sama seperti Maya, berangkat petang pulang dini hari. Kami kerap bersama.

Hari – hari aku jalani, minum miras, mabuk-mabukan. Tak jarang aku harus rela diraba-raba tamu-Ku. Bahkan harus melayani ajakan tamuku yang ingin berhubungan intim. Awalnya aku risih dan menolak. Namun seiring waktu, aku cuek saja. Pikirku asal tidak hamil saja.