266 Balita Temanggung Belum Diimunisasi. Ini Alasannya

oleh
oleh

TEMANGGUNG – Sebanyak 266 balita di kabupaten Temanggung belum diimunisasi. Kondisi ini akibat adanya balita yang terlewatkan hingga adanya penolakan dari orang tua.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Supardjo mengatakan, jumlah balita di kabupaten ini sebanyak 10.272 orang.

“Balita yang belum diimunisasi ini tersebar di 39 desa dan bahkan ada puluhan yang terkonsentrasi di satu desa,” ujarnya, Selasa (12/11/2019).

Menurut Supardjo, terkonsentrasinya balita belum diimunisasi itu jika tidak tertangani maka akan membahayakan. Bahkan memungkinkan timbul korban seandainya muncul penyakit menular dan membahayakan, seperti TBC atau difteri.

INFO lain :  Polres Grobogan Bekuk Kawanan Pengedar Uang Palsu

“Beberapa waktu lalu ada KLB difteri, satu orang meninggal karena ternyata tidak mendapat imunisasi, sehingga lingkungannya harus diimunisasi ulang,” sebutnya.

Sejauh ini, kata dia, capaian target imunisasi di Kabupaten Temanggung 97,92 persen atau di atas target 95 persen. Adanya penolakan dilakukan sebagian masyarakat harus menjadi permasalahan dan dihadapi bersama.

INFO lain :  Ditegur Tak Menjawab, Agus Ternyata Gantung Diri

“Menjadi hak dari bayi untuk hidup sehat dalam hidupnya, yakni mendapat imunisasi, juga keterjaminan kesehatan generasi mendatang,” bebernya.

Anggota Tim Penelitian Kesehatan LPPM Undip Martini mengatakan penolakan imunisasi karena berbagai alasan, antara lain tidak percaya kualitas vaksin, meragukan kehalalannya dan pemahaman tertentu.

“Padahal, vaksin imunisasi telah mendapat sertifikasi halal dari MUI dan bahkan negara-negara Islam di Timur Tengah membeli dari Indonesia. Negara lain membeli dari Indonesia tetapi yang dari Indonesia justru meragukan,” tegasnya.

INFO lain :  Wakil Rakyat Masih Beda Pendapat Soal Dana BOS

Martini menambahkan, tidak mendapat imunisasi adalah tanggung jawab sosial dan bukan pribadi saja, karena bila terkena penyakit tidak hanya yang bersangkutan tetapi juga lingkungannya.

“Atas dasar itu perlu keterlibatan lintas sektoral dalam penanganan,” jelasnya.

Dia menyampaikan dalam hasil survei cepat target imunisasi di Temanggung memang sudah tercapai, tetapi variabel ketepatan imunisasi masih kurang.(mht)