Semarang – Bupati Magelang Zaenal Arifin dan wakilnya Edi Tjahyana dilantik dan resmi menjabat. Pelantikan dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Grahadhika Bhakti Praja, Selasa (29/1/2019).
Kepada keduanya, Ganjar meminta segera tancap gas bekerja melayani rakyat. Posisi Zaenal sebagai petahana, dinilai akan memudahkan memahami ritme kerja yang ada.
“Tinggal langsung bekerja melayani rakyat. “Ora usah diajari, langsung nyambut gawe, wong wis pengalaman (tidak usah diajari, langsung bekerja karena sudah pengalaman)” kata Ganjar.
Ganjar menekankan pentingnya integritas dan pelayanan kepada masyarakat. Menurut dia, dua hal itu merupakan ruh suksesnya pemerintahan.
“Integritas saya tekankan. Jangan ada korupsi, jangan ada OTT (operasi tangkap tangan). Mitigasi korupsi harus dilakukan. Jangan ada jual beli jabatan, permintaan komisi, tidak boleh ada suap atau pungli,” tegas Ganjar.
Tak hanya soal integritas dan pelayanan publik, Ganjar juga menyinggung persoalan lain, seperti potensi pertanian Magelang maupun wisata. Ganjar meminta, petani Magelang dilindungi, sehingga harga-harga tidak anjlok saat panen.
“Pariwisata di Magelang ada Borobudur yang sedang terus kami garap,” kata dia.
Bupati Magelang Zaenal Arifin yang dilantik mengatakan, dirinya akan menjalankan tugas pada periode kedua ini dengan lebih baik.
“Apa yang disampaikan bapak Gubernur akan kami laksanakan dengan baik. Tentunya di periode kedua ini, kami ingin membuat Kabupaten Magelang semakin maju,” ucapnya.
Pelantikan juga dilakukan terhadap Ketua Tim Penggerak PKK dan Dekranasda Kabupaten Magelang, Christanti Handayani Zaenal Arifin oleh Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Atikoh Ganjar Pranowo.
(dit)
















