​Sutradara Film Turah,Buka Ruang Kreatif “SPASI” Bagi Masyarakat

oleh

Tegal – Sutradara muda Kota Tegal, Jawa Tengah, Wicaksono Wisnu Legowo tidak cepat puas terhadap sebuah pencapaiannya. Setelah sukses dengan film Turah ternyata, baru-baru ini sutradara Film Turah tersebut membuka Spasi sebagai Ruang Kreatif “Creative Space” untuk masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya.
“Kami memilih membuka ruang kreatif di Tegal karena sesungguhnya orang Tegal itu kreatif-kreatif, hanya saja dari dulu hingga sekarang teman-teman suka mengeluh katanya tidak ada tempat untuk berkumpul-kumpul,” jelas Direktur Spasi Wisnu, Jumat (11/1/2019).

INFO lain :  ASN Turut Berkontribusi Serap 30 % Panen Bawang Putih Para Petani

Wisnu menambahkan, bahwa makna Spasi memberi jarak, namun sesungguhnya menyatukan. Spasi menjadi ruang untuk melakukan apa saja, demi kebahagiaan yang sebenar-benarnya.

Dalam pembukaannya, Spasi menggelar pameran foto dengan melibatkan 104 orang dari berbagai latar belakang. Di antaranya pengolah ikan asin, petugas kebersihan pasar, penjaga palang pintu, driver ojek online, musisi, dan beberapa profesi lainnya. Acara dilanjut dengan pertunjukan pantomim dari Al Zaam El Fathar dan live music performance dari njong.

INFO lain :  Selfie di Curug, Mahasiswa ITT Telkom Purwokerto Tewas Terjatuh

“Niat awalnya Wisnu hanya ingin memiliki ruangan untuk kerja di Tegal, namun ternyata mendapat dukungan dari beberapa pihak, kemudian munculah gagasan untuk membuat Spasi Creative Space,” ujar Direktur Kreatif Ajish Dibyo.


Spasi terletak di kompleks kupat blengong, Jl. Sawo Barat No.46, Kelurahan Kraton, Kota Tegal. Teedapat beberapa ruang yang bisa difungsikan untuk nonton film, pameran, perpustakaan, kelas-kelas untuk workshop.

Sejumlah warung dengan menu andalan seperti wedang alas, teh tubruk, nasi ponggol, nasi kucing berisi kering tempe, dan menu-menu lain harga mahasiswa juga tersedia.

INFO lain :  Rekayasa Lalu Lintas di Brebes Cegah Penumpukan Pemudik

Pameran foto akan digelar selama satu bulan. Foto tersebut bukan hanya menunjukan tentang sesuatu yang hebat-hebat atau indah-indah, melainkan juga tentang kesederhanaan dan kedekatan terhadap objek yang membuat karya-karya tersebut menjadi hidup. 

“Yang lebih penting lagi, harapannya di Spasi para kreator dapat bertemu, saling menyapa dan semoga bisa memantik kegelisahan hingga menciptakan kolaborasi yang lebih mengejutkan,” pungkas Wisnu.

(nin)