Warga Semarang Bisa Minum Langsung dari Keran di Tahun 2020

oleh

Semarang – Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Semarang Barat diresmikan. Proyek air minum tanpa utang itu diresmikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Sri Mulyani mengakui, disebut tanpa utang karena proyek ini digarap dengan skema pendanaan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi Rp 1,2 triliun. Skema KPBU menjadi salah satu solusi di tengah keterbatasan anggaran Negara.

“Menggunakan ekuitas, mereka membawa modalnya, ini salah satu contoh (infrastruktur tanpa utang). Dari PDAM, kalau perusahaan makin sehat bisa pure b to b (business to business) tanpa pemerintah,” kata dia usai meresmikan proyek di Kantor PDAM Tirta Moedal Semarang, Rabu (12/12/2018).

INFO lain :  Puting Beliung Hancurkan Rumah Warga di Grobogan

Dijelaskannya, SPAM tersebut, akan mengalirkan air untuk 60 ribu kepala keluarga di wilayah Barat Kota Semarang dan ditargetkan bisa langsung diminum dari keran. Ditargetkan SPAM Semarang Barat akan selesai di tahun 2020 dengan masa konsesi 25 tahun.

INFO lain :  BPK Temukan Data Soal Bansos yang Kacau

Proyek SPAM, MOYA Grup yang menaungi PT Aetra Air Jakarta (“Aetra”) berpartisipasi dalam konsorsium dengan PT Medco Infrastruktur Indonesia yang memenangkan tender SPAM Semarang Barat dengan kapasitas produksi sebesar 1.000 liter per detik.

Konsorsium pemenang lelang membentuk badan usaha pelaksana bernama PT Air Semarang Barat. Kemudian PT Air Semarang Barat menjadi pemenang lelang dengan nilai penawaran terendah sebesar Rp417,28 miliar. Pemenangnya dengan angka Rp 417 miliar tanpa harus meminta VGF yang disiapkan Kementerian Keuangan dan 36 persen diskon.

INFO lain :  Petahana Wali Kota Semarang Hendi, Positif Corona

Proyek di sektor air minum itu merupakan hal penting dan khusus SPAM Semarang Barat nantinya tarif akan terjangkau.

“Tidak dengan VGF, ini kan tender ya, nanti tarifnya sekitar Rp 5.000 per meter kubik,” kata Basuki menambahkan.

Sumber air untuk SPAM Semarang Barat adalah waduk Jatibarang. Diharapkan pembangunan SPAM akan meningkatkan pasokan di Kota Semarang menjadi 60% dan nantinya akan diikuti proyek lain agar bisa 100 persen.

(ang/dit)