Semarang – Kasus delapan tahanan yang menggelar pesta sabu di dalam sel Mapolrestabes Semarang mencoreng institusi kepolisian. Pasalnya, aksi itu dilakukan dalam penjagaan petugas.
Diketahui, delapan tahanan Mapolrestabes Semarang kedapatan pesta sabu itu kini terus dilakukan penyelidikan. Kepolisian memeriksa 8 tahanan itu termasuk sejumlah petugas pejaga yang saat kejadian bertugas.
Kasat Sabhara Polrestabes Semarang, AKBP Bambang Yugo mengatakan, penanganan kasus masih terus diselidiki. Pihaknya akan mencari tahu sebab terjadinya kasus itu termasuk upaya evaluasi dalam hal penjagaan.
“Kita akan coba evaluasi lagi mana yang kurang. Sementara para penjaga masih menjalani pemeriksaan dari Provos,” kata Yugo, Sabtu (24/11/2018).
Informasi yang diperoleh menyebutkan, peristiwa pesta sabu tahanan di sel terjadi hari Kamis (22/11) kemarin sekitar pukul 11.00 WIB. Ketika itu, para tahanan ini hendak dilimpahkan menjadi tahanan kejaksaan negeri Semarang.
Petugas yang menunggu mereka merasa curiga karena tidak kunjung masuk mobil tahanan. Kemudian petugas mengecek dan mendapati mereka berlarian di salah satu ruang tahanan.
Sementara setelah dilihat di dalam sel tersebut, ternyata terdapat alat isap sabu dan sisa sabu. Mereka lalu diproses lebih lanjut.edit















