Kasus Permen Beracun Telan Korban, Polisi Masih Selidiki Kepastiannya

oleh

Semarang – Peredaran permen yang diduga beracun dan telah menelan sejumlah korban, murid-murid di sekolah dasar semakin meresahkan warga. Pihak kepolisian sendiri diketahui terus bertindak dengan menyelidiki dan memburu penjual permen.

Sebagaimana kasus belasan anak SD yang keracunan setelah makan permen stik di Kendal, polisi juga mengimbau permen stik jelly tidak diperjualbelikan.

“Permen jelly stik tersebut tidak diperjualbelikan lagi,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agus Triatmaja, Kamis (4/10/2018).

Atas kejadian, keracunannya puluhan siswa Selasa (2/10) lalu, kepolisian sudah langsung berkoordinasi dengan puskesmas setempat. Dalam kasus itu, empat orang saksi diperiksa diantaranya guru, petugas medis, penjual permen di kantin, serta pedagang permen di Pasar Sukorejo.

INFO lain :  Ada 3 Ribuan Data "Delay". Begini Akibatnya Bagi Jawa Tengah

Dari keterangan penjual di kantin, peristiwa keracunan baru terjadi kali ini, padahal sebelumnya permen seharga Rp 1.500 itu sudah dijual.

“Saksi menerangkan bahwa sebelumnya sudah membeli permen jelly tersebut dan tidak ada komplain atau tanda-tanda keracunan,” tandasnya.

Atas penyelidikannya, polisi juga telah menyita 20 kardus berisi permen berbentuk stik dari Pasar Sukorejo Kabupaten Kendal pasca peristiwa 14 siswa SD Keracunan. Barang bukti permen tersebut diamankan agar tidak diperjualbelikan lagi.

INFO lain :  Usai Ulang Tahun, Ucapkan Kata Makian

Terkait penyelidikannya, uji laboratorium masih dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal terhadap sampel permen itu yang disita.

Sementara, kasus permen stik jelly diduga beracun dan diduga yang menjadi penyebab kematian Zahira Ivana Yasmin (7), siswi kelas 1 SD Negeri Sidakaya 09 Cilacap masih diselidiki. Polisi masih mencari pedagang permen yang menghilang setelah kejadian itu.

“Pedagang permen belum ditemukan karena tak lagi terlihat berjualan semenjak kejadian itu,” ungkap Kasat Reskrim Polres Cilacap, AKP Onko Grandiarso Sukahar.

Polisi sendiri belum bisa memastikan, kepastian penyebab kematian Nana. Polisi masih menunggu hasil laboratorium dari pemeriksaan permen yang dikonsumsi Nana sebelum mengalami muntah dan kejang-kejang hingga meninggal di rumah sakit.

INFO lain :  Kawasan Simpanglima Semarang Ditutup Karena Lonjakan COVID-19

“Kami masih menunggu hasil laboratorium. Kita melakukan pengecekan di beberapa laboratorium, untuk kepentingan penyelidikan,” katan dia.

Keluarga Zahira Ivana Yasmin, siswi kelas 1 SD Negeri Sidakaya 09 Cilacap menceritakan, sebelum ke sekolah, korban Nana sehat saja. Hera Widyasari (36), ibunya meceritakan, saat dijemput pulang, Nana membeli dua buah permen stik.

“Bentuk permen stik seperti lipstik. Persis seperti lipstik, dibuka, diputer dia keluar seperti jelly lalu dihisap,” kata Siti Halimah, nenek Nana.