Backlog Perumahan Jateng Turun Signifikan, 274 Ribu Unit Tertangani Sepanjang 2025

oleh

SEMARANG,INFOPlus- Upaya percepatan pemenuhan kebutuhan hunian di Jawa Tengah menunjukkan hasil nyata. Sepanjang 2025, angka kekurangan rumah (backlog) berhasil ditekan hingga 274.514 unit melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan asosiasi pengembang perumahan.

Hal itu diungkankan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi ketika membuka Rapat Kerja Daerah DPD REI Jateng di Wisma Perdamaian, Semarang, Rabu (11/2).

Ia mengatakan awal 2025 backlog rumah tercatat sebanyak 1.332.968 unit. Berkat berbagai program intervensi, jumlah tersebut kini turun menjadi 1.058.454 unit.

INFO lain :  Menpora Ingin Kalangan Akedemisi Turut Mendorong Lahirnya UU Atlet

“Ini pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama, menggandeng REI dan asosiasi perumahan lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan papan merupakan bagian penting dari strategi pengentasan kemiskinan. Selain mendorong pembangunan rumah baru, Pemprov Jateng juga menggencarkan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta rehabilitasi rumah bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

INFO lain :  Meski Punya Hutang, Kades Diancam untuk Tidak Main-Main dengan Dana Desa

Luthfi menekankan, percepatan pembangunan tetap harus memperhatikan tata ruang. Pengembang diminta tidak mengalihfungsikan lahan sawah dilindungi (LSD) demi menjaga ketahanan pangan dan keseimbangan lingkungan.

Sementara itu, Ketua DPD REI Jateng Hermawan Mardiyanto menyatakan komitmennya mendukung program pemerintah, termasuk target nasional pembangunan 3 juta rumah.

INFO lain :  Dua Warga Solo Positif Terpapar COVID-19 Meninggal Dunia

Evaluasi rutin dilakukan setiap tiga bulan untuk memastikan percepatan berjalan sesuai rencana. Tambahan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari pemerintah pusat juga dinilai memperkuat daya beli masyarakat terhadap rumah bersubsidi.

Dengan sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan pelaku usaha, penuntasan backlog perumahan di Jawa Tengah diharapkan semakin cepat terwujud. (Kar/prie)