Meski Punya Hutang, Kades Diancam untuk Tidak Main-Main dengan Dana Desa

oleh
oleh

PEKALONGAN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyatakan, sesuai amanat Presiden, kepala desa harus fokus di bidang pelayanan masyarakat di desa.

Disebutkan, ada Rp266 miliar untuk alokasi dana desa, sehingga ada peningkatan Rp6 miliar lebih dari tahun 2019. Selain itu, Alokasi Dana Desa (ADD) Rp110 miliar.

“Sehingga ada Rp300-an miliar desentralisasi fiskal, baik ADD maupun DD. Rata-rata Rp1,6 miliar tiap desa,” ujarnya, Sabtu (21/12).

Bupati menjelaskan, pemerintah pusat sudah menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk melaksanakan mandat desentralisasi fiskal di desa.

“Jadi tidak ada alasan, tidak melaksanakan program karena tidak ada uang. Jangan macam-macam dengan ADD dan DD. Harus dikelola dengan akuntabel serta transparan,” tandasnya.

INFO lain :  Kentir Bisa Kena Hukuman Mati

Asip mengatakan, saat melantik dan memberi Surat Keputusan (SK) sambil menepuk-nepuk pundak para Kepala Desa.

“Maksudnya paham tidak? Artinya itu ‘ojo macem-macem’. Saya minta, kepada Kepala Desa baru untuk niat kerja yang baik untuk bangun desa. Sudah itu saja. Semua boleh dilakukan tapi jangan yang melanggar aturan,” bebernya.

Asip menambahkan, meskipun sebagian besar kades terpilih memiliki utang, pihaknya menekankan agar ratusan kades periode 2019-2025 tidak macam-macam.

“Saya melihat latar belakang para kepala desa ini sangat beragam ada yang sudah tiga periode dan ini sudah pengalaman ‘diapusi wes angel’ (dibohongi sudah susah). Kemudian ada yang masih muda dan masih baru. Lalu ada yang mantan DPRD di salah satu kabupaten. Ini juga sudah pengalaman, ada yang anggota TNI/Polri, ada yang S1,S2 ada juga yang SMP. Semua bagus yang penting punya niat kerja ingkang sae kangge mbangun deso (niat yang baik untuk membangun desa),” ungkapnya.

INFO lain :  Tenggelam di Laut Jepara, Korban Ditemukan Tewas

Dikatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, kades pemegang otoritasi pemerintahan di desa.

“Kepala Desa itu menjadi manager pembangunan di desa. Maju atau tidaknya desa tergantung panjenengan. Ada beban berat, amanat berat yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun Allah SWT, jadi jangan main-main,” jelasnya.

INFO lain :  Tim Cobra Polres Blora Tangkap Kurir Narkoba

Bupati berpesan, agar Kades yang telah dilantik melakukan konsolidasi sosial dan politik antar warga. Menurutnya, konsolidasi ini dalam rangka menciptakan suasana kondusif dan stabilitas politik di desa, karena kondusivitas di desa merupakan modal untuk membangun.

“Saya mengajak seluruh kepala desa yang baru untuk konsolidasi sosial, panjenengan rangkul semua warga, untuk menciptakan suasana yang kondusif. Lalu, segera lakukan silaturahmi dan pendekatan termasuk yang kemarin kompetitor karena mereka juga sudah jadi warga panjengan,” tandasnya. (mht)