Menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara Ke-79, Kompol Heru Sanusi menerima panggilan sekitar dua minggu sebelum acara. Pada H-14, ia menjalani seleksi dan latihan intensif yang mempersiapkan para penerjun untuk tampil dalam peragaan terjun payung di hadapan Presiden. Latihan ini dilaksanakan dengan sangat ketat, termasuk briefing teknis yang dimulai pada H-8, saat para penerjun sudah berada di Jakarta.
“Alhamdulillah saya terpilih menjadi salah satu dari 79 penerjun yang akan mendarat di dua titik penerjunan, salah satunya di depan Presiden yang dilakukan oleh 23 penerjun termasuk saya. Sebelum keluar dari pesawat, saya berdoa agar diberi kemudahan, kelancaran, dan keselamatan. Selebihnya, saya fokus hanya pada satu titik yakni titik pendaratan,” ujarnya mengenang aksi yang dilakukan.
Perjalanannya sebagai penerjun payung tidak lepas dari dukungan penuh keluarganya. Terutama sang istri, yang selalu memberikan kekuatan moral dalam setiap penugasan. Meskipun olahraga ini berisiko tinggi, namun dukungan dari keluarga membuatnya merasa lebih percaya diri dan semangat untuk melaksanakan tugas tersebut.
Dirinya juga teringat pesan salah seorang seniornya (jenderal) yang berkata : ‘Tidak semua Jenderal Terjun Payung, Tidak semua Wakapolres Terjun Payung, dan Tidak semua istri mengizinkan suaminya terjun.’ Pesan ini terpatri dalam dada dan membuat semangatnya tetap tinggi untuk melaksanakan penerjunan ini.
“Saat saya mendapat kabar tentang terpilihnya saya untuk ikut dalam tim terjun payung, saya merasa sangat senang. Saya langsung memberi tahu istri dan anak-anak, serta meminta dukungan mereka. Alhamdulillah, mereka semua senang dan mendukung penuh keputusan saya. Bahkan, mereka ikut bersama saya ke Jakarta selama proses seleksi, latihan, dan pelaksanaan hari H,” lanjutnya.
Aksi yang dilakukannya pada upacara Hari Bhayangkara Ke-79 ini bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan juga bentuk pengabdian kepada negara. Kompol Heru Sanusi menganggap bahwa setiap tugas yang ia jalani, termasuk terjun payung, adalah bagian dari pengabdian dan dedikasinya kepada tugas-tugas kepolisian yang lebih luas.
“Saya memaknai keikutsertaan saya dalam momen upacara kenegaraan ini sebagai bentuk pengabdian. Setiap momen seperti ini, bagi saya adalah cara untuk memberi contoh tentang pentingnya dedikasi dan profesionalisme dalam menjalani tugas,” ungkapnya.
Menanggapi atraksi terjun payung tersebut, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto memberikan apresiasi terhadap prestasi yang diraih oleh Kompol Heru Sanusi. Prestasi gemilang ini disebutnya tidak hanya mengangkat nama Polri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus berprestasi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.















