Karena manfaatnya yang begitu besar di masa depan, temuan ini telah diberitakan oleh lebih dari 20 media massa internasional termasuk NHK Jepang pada channel pendidikannya.
Sangat Mungkin dikembangkan dan Dimanfaatkan untuk Masyarakat Indonesia
Selama penelitian di Jepang, teknologi hybrid robot berbasis serangga ini memang dibuat untuk kepentingan Jepang, sebagai negara yang rawan bencana gempa.
Namun menurut Ariyanto, temuannya ke depan juga sangat memungkinkan diadaptasi dan dikembangkan untuk masyarakat Indonesia sebagai negara rawan bencana seperti gempa bumi, tanah longsor, dan banjir.
Dikatakan, di Undip akan dikembangkan teknologi yang sama namun diaplikasikan di hewan lain seperti burung, ikan dan hewan lain untuk peruntukan hal lain yang bermanfaat bagi manusia.
”Selain menggabungkan teknologi robotika dengan hewan, saya juga akan mengembangkan gabungan antara teknologi robotika dengan manusia seperti tangan bionik dan exosksleton yang mana teknolgi ini tentunya akan sangat bermaanfaat besar bagi manusia sehat atau pasien dengan disabilitas,” beber dia.
Sementara itu, Rektor Undip, Prof Suharnomo mengungkapkan kampusnya sangat bangga atas pencapaiannya yang tidak hanya mendapatkan pengakuan internasional, tetapi juga akan membawa manfaat besar bagi Indonesia, terutama dalam bidang mitigasi bencana dan teknologi robotika.
Ia juga mengapresiasi kegiatan Mochammad Ariyanto yang tak hanya pulang membawa prestasi namun juga membuka peluang kerjasama lain dengan Osaka University dengan membuat MoU di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Apa yang dilakukan Dr Mochammad Ariyanto sangat mendukung tagline Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat. Kami terus mendukung riset-riset unggulan yang dapat menjawab tantangan global serta memberikan solusi nyata bagi permasalahan yang dihadapi bangsa. Temuannya ini semoga bisa dikembangkan di Undip dan bermanfaat bagi masyarakat kita,“ tambahnya. []















