Pada kesempatan tersebut Dhani Hernando juga berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam penanganan kejahatan lintas negara serta inovasi yang diterapkan dalam sistem penegakan hukum Indonesia.
Delegasi Polri juga menggarisbawahi perlunya pendekatan berbasis keadilan restoratif (restorative justice) dalam pengelolaan sistem peradilan pidana, termasuk reformasi penjara yang lebih manusiawi.
Sementara itu Danny Wulandari dari BNPT menyampaikan intervensi bahwa BNPT dan UNODC akan berkolaborasi untuk program perlindungan anak anak dari terorisme dengan menjalankan pemeriksaan psikologi sosial kepada anak-anak yang terpapar kelompok teroris.
Dalam forum ini, Indonesia juga mendorong negara-negara Asia Pasifik untuk memperkuat pertukaran informasi dan teknologi guna meningkatkan efektivitas penanganan kejahatan lintas negara.
Salah satu delegasi Polri, Ipda Rifqi Alfiano dari Divhubinter Polri mengatakan, “Sebagai negara anggota aktif, Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung agenda PBB dan mewujudkan dunia yang lebih aman dan adil.”
Hasil dari konferensi ini akan menjadi bahan penting dalam Kongres PBB ke-15 mendatang. Kongres tersebut merupakan forum global utama yang membahas kebijakan dan strategi pencegahan kejahatan serta penguatan sistem peradilan pidana di seluruh dunia. (Ts)
















