Semarang – INFOPlus. Seorang pengendara sepeda motor di Kota Semarang tewas setelah tertabrak KA Sembrani, Kamis (16/1). Korban diduga tak menyadari ada kereta api yang melintas.
Korban diketahui beridentitas Nur Rokhim (48), warga Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Lokasi kecelakaan berada di perlintasan sebidang Tenggang, kawasan Terboyo.
Informasi yang dikumpulkan, korban Nur diduga tidak menyadari ada kereta api yang melintas. Diketahui, perlintasan sebidang KA yang dilintasi korban adalah jalur dobel track.
“Info temanku yang rumahnya dekat situ, ngepasi double sepur (kereta api) lewat. Kebetulan lewat satu (KA) kemudian almarhum menyeberang, tapi tidak tahunya ada kereta api lewat lagi. Semoga husnul khatimah untuk korban,” tutur @allez_arshadio di postingan IG @infokejadian_genuk.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo membenarkan KA 61 Sembrani relasi Surabaya – Jakarta tertemper sepeda motor di perlintasan sebidang tidak terjaga di Km 2+5/6 petak jalan antara Stasiun Alastua – Stasiun Semarang Tawang sekitar pukul 11.09 WIB.
Masinis KA 61 Sembrani telah membunyikan klakson secara berulang sebelum melewati perlintasan sebidang tersebut.
Dari kejadian tersebut, tidak ada kerusakan pada lokomotif maupun rangkaian kereta, namun KA 61 Sembrani mengalami keterlambatan sebanyak tiga menit akibat berhenti dan melakukan pemeriksaan di jalur paska kejadian.
“Kami menegaskan kembali kepada masyarakat pengguna jalan sesuai UU No 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas angkutan jalan, bahwa pengendara wajib mendahulukan perjalanan KA ketika akan melewati perlintasan sebidang,” ungkap Franoto.
KAI juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang, baik yang dijaga maupun yang tidak dijaga. Sebelum melintas, pastikan untuk melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan tidak ada kereta api yang melintas.
KAI terus berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang melalui berbagai upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. []
















