“Kita melihat BUMN hari ini, petugas yang biasanya rempel-rempel pohon, yang suka naik ke atas tiang listrik, pakai mobilnya yang tulisannya PLN, itu bukan PLN. Kalo pemerintah modelnya seperti itu, berapa habis dana kita untuk gaji pegawai kita, nanti gaji masyarakat bagaimana?” bebernya.
Lebih lanjut, pekerjaan yang sifatnya teknis operasional, idealnya dikerjakan oleh penyedia jasa, bukan dikerjakan oleh ASN, alam hal ini PPPK. ASN cukup mengerjakan yang sifatnya menegerial, bukan teknis operasional.
“Jadi, jangan kawatir pelayanan publik jangan berkurang, kawan-kawan dari dinas sudah sangat paham. Hari ini kita harus berfikir ke depan, bagaimana layanan publik,itu pekerja-pekerjaan yang sifatnya job karakter, yang sifatnya jenis operasional bisa kita arahkan kepada penyedia jasa. Kemudian, ASN pekerjaan yang sifatnya managerial,” terang dia.
Joko lantas mencontohkan, jika syarat pendaftaran Damkar menyertakan sertifikat FF1, dinas lain juga harus ada sertifkat yang serupa. Sehingga dirinya menilai, hal tersebut menjadi tidak relevan.
“Seperti kasus di Damkar, jika saya buat syarat daftar di Damkar harus punya sertifikat FF1 dan itu harus jabatan fungsional. Kalau jabatan pelaksan di Damkar, itu kami tambahkan sertifikat FF1,” katanya.
“Semua jabatan pelaksana di OPD lain, dinas apapun harusnya ada sertifikat FF1, fair nggak ? nanti kan nggak bisa daftar di tempat lain. Yang boleh membuka sertifikat adalah jabatan fugsional, kalau berdasarkan keahlian dan ketrampilan adalah jabatan fungsional. Kalau namanya layanan operator operasional yang jabatan pelaksana tadi, kami tambahkan sertifikat FF1 di Damkar, nanti layanan oprasional di DPU harus pake FF1, di Dinas Pertamanan juga FF1, nggak relefan kan?,” lanjutnya.
Dari data yang ada, Joko menyebut jika terdapat 199 PPPK dari internal Damkar. Sehingga dirinya yakin, dari jumlah tersebut dapat menangani dan sisanya dari eksternal dapat diberikan pelatihan.
“Di Damkar ada 216 non-ASN, yang diterima dari eksternal itu hanya 17 orang, masih ada 199 yang masih ada di sana, dan saya yakin 199 masih meng-cover, dan nanti yang 17 itu bisa kita traning juga, agar dia bisa memiliki sertifikat serupa,” imbuhnya. []











