“Propaganda sering mengandalkan emosi sebagai daya tariknya, apakah itu emosi mengarah kepada ketakutan, patriotisme, kemarahan. Orang berpikir kritis akan mengenali sebuah pesan manipulasi emosional untuk mengaburkan nilai-nilai yang sifatnya rasional,” katanya. (Ts)
Sumber Rujukan : Detik News
















