Demo Mahasiswa di Salatiga, Anggota DPRD Teken 11 Tuntutan

oleh
demo mahasiswa dprd salatiga
Demo mahasiswa Aliansi Salatiga Bergerak saat menyampaikan 11 tuntutan di halaman Gedung DPRD Salatiga, Senin (26/8). (Foto: Arie Kesawa)

SalatigaINFOPlus. Aksi demo mahasiswa digelar di Kota Salatiga, Senin (26/8). Mereka menuntut wakil rakyat berkomitmen terhadap 11 tuntutan yang disuarakan.

Ratusan mahasiswa sempat bersitegang dengan anggota DPRD Salatiga saat hendak menyuarakan 11 poin tuntutan di halaman gedung DPRD Salatiga.

Terlihat, sembilan anggota DPRD Salatiga yang baru hitungan minggu dilantik itu menemui para pedemo di bawah panas terik matahari.

Di tengah orasinya, para pedemo yang merupakan gabungan berbagai elemen mahasiswa di Salatiga, tergabung dalam Aliansi Salatiga Bergerak, menuntut 11 hal.

INFO lain :  Pemkot Semarang Candangkan Rp 50 Miliar Beli Vaksin Mandiri

“Mengingatkan pemangku kebijakan di Kota Salatiga untuk peduli terhadap persoalan-persoalan yang sedang bergulir saat ini,” teriak Riski Alisabana Koordinator Lapangan perwakilan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Salatiga.

Poin lainnya, para pedemo menuntut DPRD mengawal penguasa yang ugal-ugalan dalam melancarkan kepentingan pribadi.

Mendesak agar RUU perampasan aset segera disahkan, mengawal pejabat publik untuk memihak kepada rakyat, mendesak penyelesaian pelanggaran HAM, dan mencegah RUU masyarakat adat yang membuat rakyat rentan terpisah dari tanah kehidupannya.

INFO lain :  Beredar Kabar Ada Temuan Covid-19 Varian Delta di Salatiga

Selain itu, para pedemo juga menuntut dan mendesak netralitas aparatur sipil negara (ASN), Polri serta TNI dalam eskalasi politik yang saat ini telah bergulir.

“Kami juga mendesak agar mengkaji ulang alokasi APBD atas pembangunan kawasan wisata religi Salatiga yang mudah untuk dikorupsi di Kota Salatiga,” imbuhnya.

Aksi demo mahasiswa yang diwarnai penempelan ragam spanduk, poster dan banner bertuliskan sindiran terhadap penguasa akhirnya mendapatkan perhatian sembilan anggota DPRD Salatiga.

INFO lain :  Hadiri Hari Bhakti Adhyaksa ke-64, Pj Wali Kota Salatiga: Kolaborasi dengan Kejaksaan Sangat Penting

Mereka ‘dipaksa’ menandatangani 11 poin tuntutan massa yang kompak kenakan pakaian hitam-hitam. Para pedemo membawa kembali lembaran tuntutan yang telah ditandatangani.

“Kami akan mengawal dan memastikan 7 X 24 jam tuntutan kami untuk direalisasikan sejak ditandatangani,” tandas Riski.

Secara umum, aksi para mahasiswa berjalan damai dan lancar hingga mereka meninggalkan halaman DPRD Salatiga dengan tertib. (AK)