171 TKA Cari Nafkah di Batang, Disnaker Garap Potensi PAD Rp 1 Miliar

oleh
TKA batang
Presiden Jokowi saat resmikan Kawasan Industri Terpadu Batang belum lama ini. KITB menjadi salah satu daya tarik masuknya TKA. (Foto: AL)

Disnaker Batang pun meningkatkan pengawasan dan verifikasi secara berkala untuk memastikan kepatuhan perusahaan-perusahaan ini terhadap regulasi yang berlaku.

“Di KITB, jumlah TKA memang cukup banyak. Namun, kami memastikan bahwa hanya TKA yang memenuhi kriteria yang akan dikenakan retribusi. Verifikasi bulanan juga dilakukan untuk memastikan apakah mereka masih aktif bekerja di Batang,” bebernya.

Selain pemungutan retribusi, Disnaker Batang juga rutin melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan TKA. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap perusahaan memahami regulasi yang berlaku dan dapat mematuhi dengan baik.

INFO lain :  Tepergok Bawa Motor Curian, Pelaku Curanmor di Batang Dihajar Massa
INFO lain :  KPU Batang Temukan Ribuan Data Pemilih Tidak Valid Selama Coklit

“Kami terus berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan, baik yang sudah lama beroperasi maupun yang baru masuk ke Batang. Sosialisasi regulasi sangat penting agar tidak ada pelanggaran dan semua berjalan sesuai aturan,” kata dia.

Ditambahkan, masuknya TKA ke Batang memang membawa tantangan tersendiri, terutama dalam hal regulasi dan pengawasan. Namun, dengan strategi yang tepat, pemerintah daerah berharap bisa mengoptimalkan potensi PAD tanpa mengabaikan keseimbangan antara tenaga kerja asing dan lokal. (AL) []