Usai Kecelakaan KA vs Mobil, KAI dan Pemkab Kendal Tutup Perlintasan Sebidang di Weleri

oleh
KAI tutup perlintasan sebidang di weleri kendal
KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Kendal tutup akses di perlintasan sebidang di Weleri usai kecelakaan KA vs mobil pikap. (Foto: KAI Daop 4 Semarang)

SemarangINFOPlus. Usai kecelakaan KA vs mobil pikap di Weleri, KAI dan Pemkab Kendal memutuskan untuk menutup akses atau jalan di perlintasan sebidang lokasi tabrakan.

PT KAI Daop 4 Semarang bersama Dishub Kendal menutup akses pada perlintasan sebidang tidak terjaga Km 40+6 petak jalan Stasiun Krengseng – Stasiun Weleri, Jalan KH Abdul Wahab, masuk wilayah Desa Payung, Kecamatan Weleri, Kamis (6/6).

Penutupan akses ini dilaksanakan paska terjadinya temperan antara KA 160 Joglosemarkerto relasi Tegal – Semarang dengan mobil pada Rabu (5/6) malam kemarin yang terjadi di perlintasan sebidang tersebut.

“Penutupan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat pengguna jalan raya,” jelas Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo.

Sebelum dilaksanakan penutupan, KAI bersama Dishub Kabupaten Kendal, Polsek Weleri dan Koramil Weleri telah melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Kepala Desa dan perangkat desa terkait dalam tindak lanjut upaya peningkatan keselamatan pada perlintasan sebidang dimaksud, Koordinasi dilakukan di Kantor Desa Payung.

Franoto menegaskan bahwa tindakan penutupan tersebut dilakukan sesuai dengan UU 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Di pasal 94 ayat 1 berbunyi, untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup.

Di ayat 2, penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan oleh pemerintah atau pemerintah daerah, mengingat jika tidak segera dilakukan penutupan pada perlintasan sebidang tanpa ijin, tidak dijaga atau liar maka dampaknya akan terus memakan korban baik pengguna jalan raya dan khususnya perjalanan KA itu sendiri.

KAI terus bersinergi untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang melalui berbagai upaya. Upaya Pemkab Kendal sudah sangat positif dengan turut membantu dalam penutupan perlintasan sebidang yang tidak terjaga untuk menciptakan keselamatan bersama, baik pengguna jalan maupun keselamatan perjalanan kereta api.

“KAI berharap seluruh pihak dapat proaktif dan bersama-sama menjalankan tugas sesuai kewenangannya masing-masing untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun para pengguna jalan itu sendiri,” ujar Franoto.

Masyarakat pengguna jalan diimbau mendahulukan perjalanan kereta api. Hal tersebut sesuai dengan UU Perekeretaapian, di mana Pasal 124 menyatakan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.