Pudakpayung Semarang Masuk Nominator Lomba Desa Kelurahan Tingkat Jateng

oleh
pudakpayung semarang lomba desa kelurahan jateng
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat melepas perjalanan spiritual biksu thudong jelang Waisak di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti Wungkal Kasap, Pudakpayung. Salah satu potensi wisata ini membawa Pudakpayung ke Loma Desa Kelurahan tingkat Jateng. (Foto: Dok)

SemarangINFOPlus. Kelurahan Pudakpayung, di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang menjadi salah satu nominator dalam Lomba Desa dan Kelurahan 2024 tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Lomba ini digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jateng.

Tema Lomba Desa Kelurahan tingkat Provinsi Jateng 2024 ini adalah Stabilitas Politik, Sosial, dan Ekonomi Mewujudkan Desa/Kelurahan Berdaya Saing Menuju Indonesia Emas.

Selain Kelurahan Pudakpayung yang akan mewakili Kota Semarang, ada tiga kelurahan lain di Jateng yang masuk nominator, yakni Kelurahan Joglo di Surakarta, Kelurahan Krapyak di Pekalongan dan Kelurahan Mlati Norowito di Kudus.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Noegroho Edy Rijanto mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sebelumnya telah menggelar lomba kelurahan di tingkat Kota Semarang.

Dari 16 kecamatan yang ada di Semarang, masing-masing telah melakukan seleksi dan mengirimkan perwakilan satu kelurahan terbaik.

“Jadi di kecamatan sudah ada penilaian sendiri untuk mengirimkan perwakilannya. Setelah seleksi panjang dan kunjungan lapangan, hasilnya Kelurahan Pudakpayung yang menjadi juara I Lomba Kelurahan tingkat kota 2024,” kata Noegroho dalam keterangan pers diterima, Rabu (5/6).

Noegroho menyebut, penilaian dalam lomba kelurahan ini tidak hanya inovasi, namun lebih pada bagaimana pemberdayaan masyarakat di kelurahan tersebut.

“Di Pudakpayung, antusias masyarakat terhadap lomba kelurahan ini sangat besar. Apalagi pemberdayaan masyarakat serta pengelolaan potensi daerah secara mandiri. Di Pudak Payung ini UMKM-nya banyak, perekonomian berjalan,” jelasnya.

Dirinya menilai pemberdayaan masyarakat mulai dari PKK, LPMK, Karang taruna, RT RW berjalan baik. Bahkan, keterlibatan warga dalam merintis sektor pariwisata dan menjunjung kearifan lokal menjadi nilai tambah.

“Dari administrasi juga bagus, termasuk program pilah dan pilih sampah. Bank sampah ini juga berjalan baik,” ujar Noegroho.

Untuk menghadapi lomba di tingkat Provinsi Jawa Tengah, Pemkot Semarang akan melakukan pembinaan dan support dari masing-masing OPD.

“Kami melibatkan semua dinas, mulai dari DP3A, Bappeda, DLH, Disdalduk KB, Satpol PP dan dinas terkait lain. Termasuk menyiapkan dokumen pendukung dan administrasi,” imbuh Noegroho. []