Magelang – INFOPlus. Kegiatan wisata santri Ponpes Darul Falah Kabupaten Klaten di Sungai Elo, Mungkid, Kabupaten Magelang, berakhir duka. Dua santri terseret arus sungai, namun hanya satu yang bisa selamat. Satu santri lain ditemukan tim SAR meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Semarang Budiono mengungkapkan peristiwa nahas tersebut terjadi usai para santri Ponpes Darul Falah, Klaten, melaksanakan kegiatan rafting di Sungai Elo, Kabupaten Magelang, Rabu (29/5) sekira pukul 13.30 WIB.
Bermula dari empat santri yang masih berada di pinggir Sungai Elo di titik akhir rafting. Saat tengah bermain tersebut, salah satu santri, Haikal Abdullah (15), diduga terpeleset jatuh ke sungai.
Korban, Alfino Naufal Latif (16), mengetahui rekannya jatuh ke sungai bermaksud memberi pertolongan. Korban ikut terjun ke sungai, namun justru dia yang akhirnya malah tenggelam lantaran diduga kehabisan nafas.
“Awalnya Alfino hendak menolong teman yang terpeleset namun malah hilang tenggelam,” tutur Budiono.
Satu santri yang jatuh di awal akhirnya berhasil diselamatkan oleh salah satu pengasuh Ponpes Darul Falah. Sedangkan pencarian terhadap korban Alfino dimintakan bantuan ke tim SAR, termasuk Basarnas Semarang melalui Unit Siaga SAR Borobudur.
“Upaya pencarian tim SAR gabungan dengan metode selam di sekitar lokasi kejadian. Pada pukul 14.50 WIB tim SAR berhasil menemukan dan mengevakuasi korban di sekitar tempat kejadian tenggelam dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Muntilan Kabupaten Magelang,” ungkap dia.
“Kami imbau kepada masyarakat untuk lebih hati-hati saat beraktivitas di sungai, jangan lupa untuk selalu gunakan alat keselamatan. Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai tim yang terlibat kembali ke satuannya masing-masing,” imbuh Budiono.
Perwakilan dari Ponpes Darul Falah Klaten, Ustaz Abu Hasan mengungkapkan wisata rafting ke Sungai Elo memang menjadi agenda resmi pihaknya. Sudah dimusyawarahkan oleh pengasuh, pengajar, pengurus, dan santri.
“Terus terang kita sangat sedih. Kan tidak ada yang tahu nasib seseorang, takdir seseorang. Dan kita tidak lepas tangan begitu saja sebab kita di ponpes kan suasananya kita buat kekeluargaan,” ucapnya kepada wartawan di lokasi kejadian. []
















