Tegal – INFOPlus. Sebuah video yang menunjukkan aksi perundungan terhadap seorang siswa SMP di Kota Tegal telah menjadi viral di media sosial, memicu perhatian luas dari masyarakat. Kejadian ini mendorong pihak kepolisian setempat untuk segera mengambil tindakan dengan memanggil para pelaku perundungan.
Peristiwa perundungan ini pertama kali terungkap setelah orang tua korban, berinisial G, melaporkan insiden tersebut ke Polres Tegal Kota pada Minggu (19/5).
Dalam video yang beredar, terlihat seorang siswi dikelilingi oleh beberapa pelaku yang semuanya adalah perempuan.
Mereka tampak menginterogasi korban sebelum akhirnya melakukan serangan fisik. Korban dipukul, ditampar, dan ditendang hingga terjatuh, bahkan kerudungnya terlepas akibat kekerasan tersebut. Beberapa remaja laki-laki yang menyaksikan kejadian itu tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan aksi perundungan.
Kasatreskrim Polres Tegal Kota, AKP Darwan, membenarkan adanya kejadian ini.
“Benar ada kejadian itu,” kata Darwan saat dikonfirmasi pada Kamis (23/5) sore.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tegal Kota segera memanggil baik pelaku maupun korban, serta orang tua mereka dan pihak sekolah untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan intensif mulai dilakukan sejak Selasa (21/5), dengan tujuan untuk mengungkap lebih jelas keterlibatan masing-masing individu dalam insiden tersebut.
Darwan menjelaskan bahwa insiden perundungan ini berawal dari saling sindir antara para siswa yang terlibat.
“Pihak sekolah sebenarnya sudah mencoba mempertemukan semua pihak yang terlibat untuk menyelesaikan masalah ini, tetapi proses pemeriksaan oleh polisi tetap diperlukan untuk memastikan sejauh mana keterlibatan setiap individu,” jelasnya.
Dari segi kesehatan, korban dilaporkan dalam kondisi baik meskipun mengalami luka-luka ringan.
“Kondisi korban sehat, hanya luka-luka ringan saja,” tambah Darwan memastikan tidak ada cedera serius yang dialami korban.
AKP Darwan juga menyebutkan bahwa saat ini ada kemungkinan untuk menyelesaikan masalah ini melalui jalur kekeluargaan.
“Iya ada arah ke sana, ini masih menunggu laporan lengkapnya. Nanti kami segera kabari,” imbuh dia.
Namun, pihak kepolisian tetap akan menunggu laporan lengkap dari para petugas yang menangani kasus ini sebelum mengambil keputusan final. (Al)
















