Pemkot Semarang Antisipasi Kekeringan Dampak Kemarau

oleh
pemkot semarang antisipasi kekeringan di musim kemarau
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti menyatakan Pemkot Semarang sudah bersiap menghadapi potensi kekeringan di musim kemarau. (foto: Dok)

SemarangINFOPlus. Pemkot Semarang sudah bersiap untuk mengantisipasi potensi kekeringan sebagai dampak musim kemarau. Mulai dari pengedropan air bersih hingga menjaga lahan kering dari potensi kebakaran, salah satunya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut antisipasi musim kemarau terus dilakukan. Stok air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di saat musim kemarau masih mencukupi.

Menurut Mbak Ita, sapaan Wali Kota Semarang, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal telah melakukan pemetaan wilayah yang sering terdampak kekerasan.

“Pertama dari PDAM, misalnya masyarakat Kota Semarang kekurangan air bersih. Misal di daerah Mateseh, Rowosari, Kecamatan Tembalang,” kata dia di Balai Kota Semarang, Selasa (21/5).

INFO lain :  Mbak Ita Minta Semarang Zoo Dibenahi: Rumputnya Gondrong-gondrong

Dikatakan, tak hanya PDAM, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang juga membantu melakukan pengedropan air bersih. Termasuk banyak pula pihak-pihak swasta yang turut andil membantu.

“Kedua saya minta dari Damkar sekali-kali menyiram taman di pinggiran jalan. Ketiga masyarakat bisa mengelola air, irit air istilahnya karena sumur-sumur juga nantinya makin kering,” ujarnya.

Pemkot Semarang sendiri juga telah mengeluarkan ketentuan di dalam TPA Jatibarang setelah peristiwa kebakaran tahun lalu. Kini, seluruh aktivitas di TPA Jatibarang makin diperketat. Contohnya tak diperbolehkan merokok di dalam TPA.

INFO lain :  Prosesi Dugder Digelar Sabtu, Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas yang Disiapkan Pemkot Semarang

“Keempat menjaga antisipasi kebakaran, terutama di TPA-TPA, saya sudah menyampaikan ada SOP bahwa yang masuk tidak boleh bawa rokok, dan korek api. Hingga saat ini terus berlangsung sweeping dan ketat,” katanya.

Selain itu, sebagai upaya jangka panjang, pihaknya juga akan memasifkan upaya penanaman pohon di seluruh kelurahan yang ada di Kota Semarang. Bibit pohon yang akan ditanam, yaitu jenis tanaman produktif seperti alpukat, rambutan, dan pepaya.

INFO lain :  Durian Lokal Semarang Berpeluang Jadi Komoditi Ekspor

Termasuk pula akan mengadakan lomba Program Kampung Iklim (Proklim). Menurut Mbak Ita, lomba itu akan memancing masyarakat beramai-ramai membuat kampungnya ijo royo-royo.

Mengadakan kegiatan bertema Kampung Hebat, itu adalah lomba yang mengangkat isu Proklim. Mereka akan beramai-ramai menyulap kampungnya sesuai ketentuan untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

“Sehingga untuk menanam kaitannya juga ada ketahanan pangan. Jadi urban farming ini penting banget, mengingat misalnya kelangkaan sayuran akan berdampak pada kenaikan harga bisa diantisipasi,” tukas dia. []