“Apalagi sistem kerjanya BRIN memang co-working space ya. Ini menjadi satu model yang baik, bagaimana responsif dan inovatifnya Pemkot Semarang yang secara cepatnya menyediakan CWS untuk menunjang para peneliti,” kata Tri.
Ia menyambut baik langkah Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan menantikan kolaborasi-kolaborasi pengembangan riset di Ibu kota Jawa Tengah.
Di BRIN, co-working space ini merupakan CWS ketiga yang dimiliki BRIN selain di Jakarta dan Bali.
“Dan kali ini di Kota Semarang. Lokasinya sangat strategis, ada di pusat kota dan pusat pemerintahan. Harapannya dengan ini kami bisa lebih dekat dengan masyarakat,” kata dia.
“Kami sudah lihat sarana prasarana di sini yang sangat memadai. Di sini akan ada 21 pusat riset yang mengakomodir hampir 150 periset. SDM inilah yang harus dimanfaatkan untuk menghasilkan karya-karya baru,” pungkas Tri. []















