Slamet Riyadi, yang dikenal sebagai pengusaha sukses dan aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU), mengaku bahwa langkahnya di kontestasi Pilbut Tegal ini adalah pengalaman pertamanya dalam dunia politik.
“Jujur, saya memang belum pernah terjun di dunia politik sebelumnya. Baru kali ini saya mencoba terjun di dunia politik berkat dorongan dari teman-teman yang ada di wilayah Tegal, Slawi, dan Brebes,” ungkap Slamet, Selasa (21/5).
Ia menyatakan bahwa niatnya maju sebagai bacawabup adalah untuk mendukung dan membantu menjalankan program-program yang diusung oleh bakal calon bupati Tegal. Ditekankan, dirinya tidak memiliki visi pribadi yang terpisah.
“Tujuan saya adalah mendukung, membantu, dan mendampingi program yang dijalankan balon Bupati Tegal. Jadi tidak ada visi dari diri saya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Slamet berharap agar kehadirannya bisa memberikan manfaat bagi Kabupaten Tegal, baik dari segi ilmu maupun kontribusi lainnya.
“Siapapun bupati-nya nanti, saya siap untuk dipasangkan,” ucapnya dengan rasa optimis tinggi.
Dengan pendaftaran ini, Slamet Riyadi siap berkompetisi dan memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Tegal.
“Saya berharap bisa bermanfaat untuk Kabupaten Tegal baik ilmu atau hal lainnya,” tutupnya dengan penuh harapan.
Ketua Desk Pilkada DPC PKB Kabupaten Tegal, Ahmad Ja’far, mengonfirmasi bahwa total ada 11 bakal calon yang telah menyerahkan berkas formulir pendaftaran ke pihaknya.
“Alhamdulillah, sehingga selanjutnya proses penandatanganan berita acara,” ucap dia.
Sebagai figur baru dalam dunia politik, Slamet Riyadi membawa harapan baru bagi warga Tegal. Meski terbilang awam dalam politik, latar belakangnya sebagai pengusaha dan aktivis NU memberikan nilai tambah tersendiri. (Al)
















