Semarang – INFOPlus. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin resmi mendaftar sebagai bakal calon (balon) wali kota ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Iswar Aminuddin menyerahkan kembali formulir pendaftaran PSI Kota Semarang yang diambilnya pekan lalu. Penyerahan form pendaftaran disertai berkas administrasi pendukung lainnya dilakukan di sebuaj kafe di kawasan Kaliwiru, Senin (20/5).
Menurut Iswar, PSI dianggapnya sebagai salah satu kendaraan politik yang pas untuk digunakan di Pilwakot Semarang. Karena partai berlambang mawar ini, mempunyai tujuan dan konsep yang sama dalam membangun Kota Semarang.
Misalnya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Di sisi lain, PSI juga sangat menjunjung pluralisme dan nilai-nilai solidaritas.
Meski begitu,komunikasi politik dengan para calon lain yang muncul dalam Pilwakot Semarang terus dilakukan. Iswar Aminuddin menyerahkan sepenuhnya masalah tersebut kepada partai.
“Jangan terlalu ribet, apa yang dipilih partai nanti dipilih rakyat. Majunya saya sebagai calon wali kota saya anggap seni, tapi saya ikhtiar. Tidak mungkin kita dapat sesuatu hanya berpangku tangan,” imbuh dia.
Diketahui, Iswar Aminuddin sudah melakukan penjajakan ke sejumlah partai untuk mendapat kendaraan politik di Pilwalkot Semarang. Selain PSI, ada juga PDIP, Partai Golkar, PKB dan Golkar.
Belakangan diketahui, Iswar tidak mengembalikan berkas pendaftaran ke PDIP. Hingga hari terakhir masa pengembalian form pendaftaran, ia tidak terlihat maupun mengurus utusan untuk menyerahkan pendaftaran ke kantor DPC PDIP Kota Semarang.
“Nanti kita lihat (mengembalikan ke PDI Perjuangan),” ujar dia.
Ketua DPD PSI Kota Semarang, Melly Pangestu mengatakan, Iswar merupakan orang keempat yang mengembalikan formulir pencalonan kepada PSI.
Sebelumnya, tiga kandidat lain yang sudah mendaftar, yaitu Yoyok Sukawi, Dewi Susilo Budiharjo, dan Bambang Eko Purnomo.
Hingga saat ini, PSI belum menentukan partai koalisi. Pihaknya masih fokus melakukan penjaringan calon. Diakui, pada Pilwakot 2024 ini, cukup banyak kandidat yang melirik partainya lantaran PSI identik dengan anak muda.
“Eranya sudah geser. Pemilih banyak anak muda. Ini pangsa pasar yang mungkin harus digarap,” imbuhnya. []
















