“Apakah PKSDU di Rembang apakah bisa lebih lanjut? Kalau lanjut seperti apa, karena saya kemarin baca komentar pak bupatinya, kok yang kuliah banyak orang Jakarta, kok bukan orang kami. Jadi kami berpikir ini kalau teman di Fisip bisa bikin study tentang itu, kami sangat berterima kasih karena teman-teman pasti sangat independen,” ujar dia.
Sementara untuk bus kampus, rektor langsung mengambil sikap untuk mengambil alih pengelolaan. Sedangkan BKT dan UKT, Prof Suharnomo menyatakan pemberlakuan uang kuliah dan peruntukannya mengacu kebijakan dari Kemendikbud. Ia menjamin tidak ada penyimpangan dan penerapannya telah melalui kajian cermat.
“Kami telah memberi sanksi (dosen diskriminatif). Bahkan sudah kami nol-kan, tidak mengajar sama sekali. Sudah kami panggil semuanya, hanya karena sudah berjanji tidak mengulangi lagi maka kami pending untuk masuk di Dewan Etik Universitas. Tetapi sanksinya sudah,” tegas dia. []















