Buka Forum Diskusi, Rektor Undip Dicurhati Mahasiswa

oleh
diskusi rektor undip dengan mahasiswa
Rektor Undip Prof Suharnomo membuka diri bertemu dan berdiskusi dengan mahasiswa lewat Duduk Bareng Rektor: Jaring Aspirasi Mahasiswa. (Foto: Gus Djoyo)

SemarangINFOPlus. Gebrakan anyar dilakukan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof Suharnomo dalam upayanya menjalin komunikasi dengan mahasiswa. Prof Suharnomo membuka diri bertemu dan berdiskusi tentang segala hal terkait kampus.

Lewat forum diskusi bertajuk Duduk Bareng Rektor: Jaring Aspirasi Mahasiswa, Rektor Undip Prof Suharnomo ingin kampus menjadi milik bersama. Baginya tanggungjawab mendongkrak prestasi hingga menjaga nama baik Undip bukan datang dari rektor dan kalangan dosen saja. Tapi mahasiswa dan stakeholder kampus lain punya kewajiban yang sama.

“Undip adalah milik kita bersama. Kalau ada bottleneck of komunikasi, (saya) ditemui sulit maka sampaikan langsung saja agar jangan di atas terlihat bagus tapi ternyata di bawah banyak masalah. Saya membuka diri, saya very-very terbuka untuk berdiskusi,” beber dia saat membuka  Duduk Bareng Rektor: Jaring Aspirasi Mahasiswa di aula Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip, Tembalang, Semarang, Rabu (15/5).

INFO lain :  Animo Peserta UTBK SNBT 2024 di Undip Tinggi, Lebih dari 25 Ribu Calon Mahasiswa Mendaftar

“Jangan sampai seperti yang terjadi di kampus lain, rektor pergi tak bisa ditemui, jadi meme. Aduuh, di Undip jangan seperti itu. Kalau rektornya seperti itu (susah ditemui) silakan dilakukan,” sambungnya disambut tepuk tangan mahasiswa.

Sikap terbuka yang ditunjukkan Prof Suharnomo ini membuat situasi dan jalannya diskusi benar-benar gayeng. Tidak ada sekat antara rektor, dosen dan ratusan mahasiswa yang hadir. Semua duduk bersama secara santai dan mendiskusikan banyak hal terkait ragam keluhan dan bagaimana membuat kampus bisa lebih maju.

INFO lain :  Mahasiswa Elektro Undip Bikin Petis, Atasi Masalah Kesuburan Tanah

Seperti curhatan mahasiswa PSDKU Rembang yang diwakili Ketua BEM  FISIP Undip, Razan Siregar. Menurut dia, pihaknya mendapat laporan dari mahasiswa PSDKU Rembang yang mengeluhkan dominasi mahasiswa luar daerah ketimbang asal Rembang. Juga ketersediaan dosen hingga buku yang masih jauh dari standar aturan sebuah kampus pendidikan.

“Saya mendapat titipan aspirasi dari teman mahasiswa PSDKU Rembang, yang sebenarnya berniat datang langsung ke sini tapi karena kecelakaan dia tidak bisa hadir,” ungkap dia.

INFO lain :  Reaktivasi Jalur Kereta Api Rute Stasiun Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas Disosialisasikan

Hal lain yang disampaikan para mahasiswa adalah soal sulitnya mengakses bus kampus, transparansi penggunaan BKT maupun UKT sampai curhatan adanya dosen senior yang tidak disiplin mengajar maupun bersikap diskriminatif berbau SARA terhadap mahasiswi.

Menanggapi keluhan mahasiswa PKSDU Rembang, Prof Suharnomo langsung merespons dengan mengajak mahasiswa FISIP untuk melakukan kajian secara detail dan lengkap tentang seberapa penting kampus PKSDU bagi masyarakat setempat