“Kami berharap ini merupakan salah satu stimulan untuk membantu masyarakat cukupi kebutuhan Lebaran,” jelasnya.
Tak hanya bazar di Balai Kota Semarang, Pemkot Semarang juga berencana menggelar tebus suka-suka dengan membayar 2,5 kg beras dan membayar suka rela. Tebus suka-suka ini akan dilakukan di tiga kecamatan yang terdampak banjir di Kota Semarang.
“Ini kemarin mencontoh dari Yayasan Sam Po Kong, di mana beras ini dikumpulkan baik dari teman-teman PNS. Kami menghimpun beras, nanti dibagikan di tiga kecamatan untuk bisa tebus suka-suka oleh warga kurang mampu. Jadi mau bayar Rp 10.000 atau Rp 1.000 atau Rp 5.000 atau berapa pun lah mereka mampu,” jelasnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana meminta Pemerintah Kota/kabupaten se-Jawa Tengah menjaga kestabilan harga atau inflasi di wilayahnya. Bekerja sama dengan Bank Indonesia, sejumlah wilayah di Jawa Tengah menggelar pasar murah serentak.
“Kami harapkan inflasi kita di bulan ini terjadi penurunan, hasil yang disampaikan ibu Plt Kepala BPS RI, yang menyatakan bahwa inflasi di Jateng berada di bawah. Bulan ini kita atensi karena bisa turun, namun naik kembali kadang kita lalai, saya minta untuk terus menjaga harga di pasaran agar tidak melonjak signifikan,” paparnya.
Kepala Kantor BI Perwakilan Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra menambahkan, dalam GPM ini, total menyalurkan sebanyak 150 ton beras, 18 ton gula pasir, dan 9 ton ayam ras.
“Inflasi bulan ini bisa turun berkat kerja sama dengan stakeholder baik pemerintah provinsi, seluruh kota/kabupaten se-Jawa Tengah. Harapannya sinergi terus untuk stabilitas harga sembako menjelang Lebaran,” kata dia. (Ags/Mw)














