Hujan 3 Hari Picu Banjir di Genuk dan Pedurungan, Ini Upaya Pemkot Semarang

oleh
Hujan 3 hari yang guyur Kota Semarang membuat banjir di sejumlah titik, salah satunya di Jalan Kaligawe. (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Semarang dalam tiga hari terakhir. Hal ini memicu genangan air di sejumlah titik di Genuk dan Pedurungan.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan, genangan air sebagai dampak cuaca ekstrem yang terjadi jumlahnya sudah menurun. Namun, kondisi itu tetap menjadi fokus perhatiannya dalam mewujudkan Kota Semarang terbebas dari banjir.

“Dalam tiga hari hujan terjadi terus, tetapi Alhamdulillah di wilayah Semarang hanya beberapa titik yang terjadi limpasan,” kata Mbak Ita, Rabu (13/3).

Mbak Ita pun mengungkapkan sejumlah titik yang saat ini tergenang air. Di antaranya di Jalan Parang Sarpo, Jalan Parang Baris, Tlogosari Kulon, dan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan.

Banjir juga terjadi di Jalan Gebang Anom, Gebangsari, dan Muktiharjo Lor, Kecamatan Genuk, serta Jalan Raya Kaligawe atau tepatnya di depan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung.

Atas kondisi tersebut, Mbak Ita menyebut ada beberapa upaya yang terus dilakukan baik penanggulangan maupun penanganan banjir. Upaya pengoptimalan operasional rumah pompa Kali Tenggang dan Kali Sringin terus dilakukan.

“Karena di Tenggang masih antre air sehingga di Muktiharjo Lor dan Muktiharjo Kidul ini masih ada genangan, tetapi kalau dilihat dampaknya hanya di jalan raya, tidak masuk ke perumahan,” tuturnya.

Untuk penanganan banjir di Genuk, Pemkot Semarang juga berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

“Sekarang masyarakat Genuk sudah paham, bahwa domain penanganan banjir, khususnya Kaligawe berada di wilayah BBWS Pemali Juana,” kata dia.

Untuk penanganan jangka menengah dilakukan melalui sejumlah tahapan. Salah satunya lewat mekanisme penganggaran oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kebijakan tidak hanya berdasar pada wali kota, tetapi juga melewati proses-proses seperti di antaranya TAPD,” ujarnya.

Kini TAPD baru menyetujui penanganan banjir di wilayah Gebang Anom, Kelurahan Gebangsari. Jembatan Nogososro dalam proses lelang berdasarkan keputusan TAPD. Sisanya, di Parang Sarpo dan Parang Baris masuk dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan.

“Sekarang yang bisa dilakukan adalah di Gebang Anom, saat ini di sana juga sedang berproses karena menunggu lelang urugan dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Semarang,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Iswar Aminuddin menambahkan, pengerjaan Jalan Gebang Anom akan dilakukan secara kolaboratif oleh DPU dan Disperkim Kota Semarang.