Mbak Ita Ingin Sejarah Islam di Semarang Lebih Dikenalkan ke Generasi Muda

oleh
Wali Kota Semarang, Hevarita Gunaryanti Rahayu saat ziarah ke makam Ki Ageng Pandanaran di kawasan Mugas, Kota Semarang, Rabu (6/3). Mbak Ita, sapaannya, ingin sejarah perkembangan Islam di Semarang lebih dikenalkan ke generasi muda. (Foto: Dok)

Semarang – INFOPlus. Wali Kota Semarang, Hevarita Gunaryanti Rahayu ingin lebih kenalkan sejarah perkembangan agama Islam di Semarang ke generasi muda. Karenanya ia menginisiasi agar sejarah itu bisa dibukukan atau divisualisasikan sebagai bahan edukasi anak-anak.

Hal ini disampaikan Mbak Ita, sapaan Hevearita Gunaryanti Rahayu, usai melakukan ziarah ke makam para ulama Kota Semarang dalam rangka menyambut HUT Kota Semarang ke- 477 dan menjelang Ramadhan, Rabu (6/3).

Mbak Ita pun ingin membukukan cerita sejarah Kota Semarang dengan melibatkan para ulama, sejarawan, budayawan, dan tokoh lain di Kota Lumpia.

“Saya sudah nyuwun Kiai Anasom. Beliau ini yang ahlinya, yang tahu sejarah dan para ulama Kota Semarang. Ini yang harus kita eksplore, karena ini merupakan bagian dari sejarah masa lalu, sekaligus bagian dari sejarah Kota Semarang,” kata dia.

Menurut Mbak Ita, dengan pembuatan buku atau visualisasi video, bisa mendapatkan gambaran terkait sejarah masa lalu.

“Dengan pembuatan buku, atau dalam visual kita akan ketemu benang merah dengan sejarah masa lalu. Mungkin dengan Kerajaan Mataram, atau Kerajaan Demak, jadi tidak ada yang putus. Mungkin juga bisa nyambung dengan wilayah atau kabupaten lain. Karena kemarin Pak Ngesti Bupati Semarang juga ziarah ke sini,” bebernya.

Untuk mengenalkan sejarah Kota Semarang kepada generasi penerus dan pelajar, Mbak Ita juga ingin melibatkan anak-anak untuk ikut dalam prosesi ziarah yang kerap dilaksanakan Pemkot Semarang.

“Jangan hanya kita saja yang sudah rutin. Justru kita harus memberikan edukasi, sosialisasi kepada generasi muda. Minimal anak-anak tahu sejarah Kota Semarang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Semarang, KH Anasom mengatakan, untuk membuat buku sejarah Kota Semarang dan perkembangan Islam perlu adanya tim yang dibentuk dari berbagai unsur.

“Itu memang perlu tim yang melibatkan ahli sejarawan, ada kajian yang terkait dengan sejarah, antropologi dan arkeologi, di samping juga tokoh agama,” katanya

Lebih lanjut, dengan adanya biografi ulama dan tokoh di Kota Semarang bisa memperkenalkan sejarah dan perkembangan Islam.

“Besok ini kan hari jadi Kota Semarang ke-477 tahun. Artinya hampir lima abad Kota Semarang berdiri, sudah banyak sekali tokoh maupun ulama yang sudah berjasa di Kota Semarang,” kata dia.

“Setiap abad ada ulama, tokoh yang terus mengembangkan di Kota Semarang. Ini yang perlu kita kaji,” sambungnya.

Beberapa tahun lalu, dirinya bahkan pernah berkolaborasi dengan Dibsbudpar Kota Semarang menggali situs dan tokoh penting di Kota Semarang.